12 Ciri-ciri Masa Subur pada Wanita yang Bisa Diamati

Apakah Anda seorang wanita yang ingin segera menimang buah hati? atau malah justru ingin menunda kehadirannya? Apapun pilihannya, yang terpenting ketahui dahulu ciri-ciri masa subur Anda sendiri, karena ini bisa jadi strategi jitu agar Anda bisa segera hamil atau menghindarinya.

Untuk mengetahui masa subur wanita tak melulu harus berpatokan pada sistem kalender, sebenarnya ada ciri-ciri khusus yang dapat Anda rasakan jika tubuh sedang berada di masa subur. Cara ini pun jauh lebih efektif daripada mempercayakan pada sistem kalender untuk menentukan masa subur wanita.

ciri-ciri masa subur wanita

Apa saja sih ciri-cirinya? Secara ringkas, berikut gejala dan ciri-ciri masa subur pada wanita:

  1. Lendir serviks mirip putih telur.
  2. ‘Banjir’ di Miss-V.
  3. Nyeri payudara.
  4. Leher rahim lebih terbuka.
  5. Meningkatnya hasrat bercinta.
  6. Timbul bercak cokelat atau flek.
  7. Nyeri di salah satu sisi perut.
  8. Perut yang terasa kembung.
  9. Sedikit mual.
  10. Sakit kepala atau migrain .
  11. Lebih peka
  12. Suhu basal meningkat.

Mari kita bahas satu per satu di bawah ini!

1. Lendir Serviks Mirip Putih Telur

Ciri-ciri masa subur wanita yang pertama ditandai dengan adanya cairan atau lendir serviks transparan yang menyerupai putih telur. Eits, tapi jangan sampai Anda salah menafsirkannya ya, karena cairan ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang justru akan membantu memudahkan sperma untuk bergerak di dalam rahim.

Pada setiap siklus, cairan serviks wanita akan melewati pola perubahan di bawah pengaruh hormon. Di masa puncak kesuburan, lendir serviks ini akan menyerupai putih telur mentah yang jika Anda regangkan dengan jari telunjuk dan jempol akan melebar hingga lebih dari satu inci, warnanya pun bening, licin, elastis dan tidak berbau.

Periset telah membuktikan bahwa adanya cairan atau lendir ini merupakan indikator terbaik untuk mengetahui puncak kesuburan wanita. Menurut penelitian di University of North Carolina, pasangan yang melakukan hubungan intim pada hari dimana wanitanya memiliki lendir serviks menyerupai putih telur inilah yang lebih cenderung untuk hamil.

Nah! jika Anda ingin segera mendapatkan momongan, inilah waktu yang tepat untuk memadu kasih dengan pasangan.

2. ‘Banjir’ di Miss-V

Ketika sedang berada pada masa ovulasi, lendir serviks wanita tidak hanya menjadi lebih jernih, cair dan elastis saja, volumenya pun akan semakin melimpah. Untuk sebagian wanita yang kebingungan dan hanya sekedar menebak-nebak untuk mengetahui apakah lendir serviksnya itu menjadi salah satu tanda kesuburan atau bukan. Cobalah rasakan dan amati, apakah di sepanjang hari Anda cenderung merasa ‘becek’ atau lebih basah di bagian vagina.

Meningkatnya lendir serviks ini akan membuat vagina Anda ‘kebanjiran’, tak ayal celana pun basah dibuatnya dan ketika berhubungan intim pun akan terasa seperti dialiri banyak pelumas dan terasa lebih licin.

3. Nyeri Payudara

Apakah Anda termasuk salah satu wanita yang merasa payudaranya sakit beberapa saat setelah siklus haid usai? Jika ya, ini bisa jadi pertanda untuk mengetahui ciri-ciri masa subur.

Nyeri payudara ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron sebagai tanda ovulasi. Mirip-mirip nyeri payudara ketika pramenstruasi. Meskipun tidak semua wanita merasakannya, namun bagi Anda yang mengalaminya inilah salah satu pertanda baik bahwa Anda sedang berada di masa subur dan siap untuk hamil.

Simak juga pembahasan tentang Masa Subur Wanita Setelah Haid

4. Leher Rahim akan Terasa Lebih Terbuka dan Lembut

Ciri-ciri masa subur selanjutnya dapat dikenali dengan mengamati perubahan pada serviks atau leher rahim wanita. Tepat setelah masa menstruasi usai, leher rahim akan berada pada posisi rendah (mudah dijangkau), tertutup, kering dan bila diraba terasa agak keras. Ketika memasuki ovulasi leher rahim pun akan berubah menjadi lebih terbuka, terasa lembut (seperti bibir), basah dan posisinya lebih tinggi (sulit dijangkau).

Untuk mengetahuinya, pertama Anda harus berada pada posisi jongkok atau dengan mengangkat satu kaki di toilet atau bak mandi, lalu masukkan jari tengah Anda (pastikan sudah bersih) ke dalam mis V sampai dua buku jari atau lebih hingga merasakan adanya benjolan (jika jari sudah tidak dapat bergerak masuk lebih dalam lagi berarti itu leher rahim ).

=> tidak disarankan bagi yang masih perawan!

Agak sulit untuk menentukannya jika Anda baru beberapa kali melakukan cara ini. Oleh karena itu usahakan untuk terus mengulanginya setiap hari selama beberapa minggu dan rasakan perbedaannya. Kuncinya jika ovulasi, serviks akan terasa lebih basah, lembut atau lembek, dan sulit dijangkau, jika tidak maka akan terasa agak keras, kering dan mudah dijangkau.

Sebagai catatan, akan lebih mudah mengamati perbedaannya jika Anda mulai melakukan ini tepat setelah menstruasi berakhir.

Sulit? tidak harus melakukan cara ini, amati saja ciri-ciri masa subur lainnya yang dijelaskan di poin-poin yang lain.

5. Meningkatnya Hasrat Bercinta

Jika Anda merasakan hasrat bercinta yang tiba-tiba meningkat atau memuncak, seakan-akan ingin terus bersama pasangan, bisa jadi ini ciri-ciri masa subur. Meningkatnya ‘gairah’ ini menjadi sinyal alami tubuh sebagai pertanda bahwa ia siap bereproduksi.

Ada beberapa riset yang dilakukan untuk mencari keterkaitan antara dorongan seksual wanita terhadap ovulasi. Mereka melacak tingkat LH wanita (hormon kunci yang melonjak sesaat sebelum ovulasi) dan saat wanita melakukan hubungan intim. Anda tahu hasilnya? Ternyata wanita lebih cenderung melakukan hubungan intim pada saat hormon LH mereka sedang melonjak. Ini menunjukkan bahwa, meningkatnya gairah seksual pada wanita menjadi pertanda bahwa mereka sedang berada pada masa subur atau ovulasi.

6. Timbul Bercak Cokelat atau Flek

Pernahkah Anda mendapati flek atau bercak coklat bersarang di celana dalam Anda di luar masa haid? Ya meskipun ini bisa menggambarkan berbagai kemungkinan tentang kondisi Anda, tapi bisa jadi munculnya bercak atau flek ini sebagai pertanda bahwa Anda sedang berada di masa subur.

Pada beberapa wanita ada yang mendapati bercak kecil ini saat ovulasi. Hal ini terjadi karena adanya penurunan estrogen yang menyebabkan terjadinya peluruhan endometrium (lapisan rahim), sehingga menyebabkan bercak kecil atau flek yang dikenal sebagai perdarahan ovulasi.

Namun, sebaiknya pastikan langsung ke dokter spesialis kebidanan atau kandungan ya, karena ada beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gejala seperti ini.

7. Nyeri di Salah Satu Sisi Perut

Diperkirakan ada sekitar 20 persen wanita yang merasakan nyeri saat ovulasi atau disebut juga dengan mittelschmerz. Biasanya kondisi ini terjadi di pertengahan siklus haid dan dapat berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Penyebabnya bisa jadi karena folikel (sel telur) matang keluar atau pecah dari indung telur saat ovulasi, atau bisa juga karena tuba fallopi yang berkontraksi untuk mendorong telur masuk ke rahim.

Biasanya ketika seorang wanita mengalami mittelschmerz, dia akan merasakan nyeri atau kram hanya pada satu sisi perut bawah sebelah kiri atau kanan saja dan bisa terjadi sebelum, selama, atau tepat setelah ovulasi. Rasa sakit atau nyerinya ini memiliki ciri khas berbeda dengan nyeri pada haid atau lainnya, sehingga Anda bisa mengenalinya untuk mengetahui apakah sedang ovulasi atau tidak.

8. Perut yang Terasa Kembung

Ciri-ciri masa subur lainnya ditandai dengan perut yang terasa kembung. Pada masa subur kemungkinan Anda akan mengalami kondisi seperti ini akibat dari meningkatnya retensi air karena meningkatnya kadar hormon estrogen

Jadi bila tiba-tiba saja pakaian jadi terasa sedikit mengetat padahal Anda tidak merasa habis makan sesuatu namun perut terasa kembung, bisa jadi ini  ini pertanda Anda sedang mendekati ovulasi dan siap untuk dibuahi.

9. Merasa Sedikit Mual

Jangan beranggapan mual itu harus selalu identik dengan kehamilan ya. Meskipun mual pada saat kehamilan atau biasa dikenal dengan morning sickness dan mual sebagai gejala PMS disebabkan oleh hormon yang sama. Namun, perubahan hormonal selama ovulasi juga bisa menyebabkan Anda merasa sedikit mual. Jadi bila Anda mengalami kondisi seperti ini, bisa jadi ini merupakan ciri-ciri masa subur.

10. Sakit Kepala atau Migrain 

Meskipun tidak setiap wanita mengalaminya, namun ada sebanyak 20% wanita yang mengalami sakit kepala atau migrain ketika mendekati ovulasi. Terlebih jika Anda seorang wanita yang sering merasakan sakit kepala atau migrain saat menstruasi, kemungkinan Anda mengalami sakit kepala saat ovulasi juga cukup besar.

Kondisi hormon yang bergejolak menjadi penyebab di balik kondisi ini, tidak hanya payudara saja yang terasa sakit, kepala pun bisa terkena imbas dari fluktuasi hormon ini.

11. Sensitifitas Panca Indra Jadi Lebih Peka

Selama ovulasi, hormon dalam tubuh dapat memengaruhi sensitifitas pada panca indra Anda, baik itu indra penciuman, perasa maupun indra penglihatan. Itulah mengapa ketika berada di masa ini Anda lebih mudah tertarik pada pasangan dan bau feromonnya.

12. Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Meningkatnya suhu basal tubuh merupakan ciri-ciri masa subur lainnya. Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dicapai tubuh selama istirahat, yang diukur di pagi hari segera setelah bangun tidur sebelum beraktivitas. Dengan mengukur dan mencatat perubahan suhu basal tubuh, Anda akan mengetahui apakah sedang berada pada masa subur atau tidak.

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengukur suhu basal tubuh:

  • Siapkan termometer, alat tulis dan kertas grafik suhu basal tubuh.
  • Di malam hari sebelum tidur, pastikan dulu termometer berada pada suhu normal (36 derajat celcius).
  • Ketika bangun dipagi hari, sebelum melakukan aktivitas apapun, segera letakkan termometer dimulut selama 5 menit.
  • Jangan melakukan aktivitas apapun selama masa pengukuran, tetaplah berbaring dengan tenang.
  • Lakukan ini setiap hari selama beberapa bulan dan catat suhu pada kertas grafik.
  • Jika terjadi kenaikan maka kemungkinan Anda berada pada ovulasi atau masa subur.

Itulah beberapa ciri-ciri masa subur wanita yang dapat Anda kenali. Jika Anda tidak merasakan tanda atau gejala ovulasi di atas, cobalah mencari tahu dengan alat prediksi ovulasi sebagai alternatif untuk membantu mengetahui apakah Anda sedang ovulasi atau tidak.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer