Memahami 4 Fase Siklus Menstruasi Secara Berurutan

Meskipun fase menstruasi telah dilalui setiap bulannya, namun masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang terjadi dari masing-masing fase siklus haid tersebut. Padahal dengan memahami hal ini, maka Anda akan bisa memaklumi apa yang sedang dialami oleh tubuh dan mempersiapkan siasat untuk menghadapinya.

Fase menstruasi itu ada empat, masing-masing fase memiliki keunikan tersendiri. Masing-masing fase siklus menstruasi akan memberikan efek fisik dan emosional yang berbeda pada diri wanita. Jadi jangan kaget kalau suasana perasaan seorang wanita akan mudah berubah, bahkan kondisi fisikpun juga demikian.

Penjelasan Masing-Masing Fase Menstruasi

Berikut 4 Fase Siklus Menstruasi yang dimaksud:

  1. Fase menstruasi atau pendarahan (hari 1 sampai 5)
  2. Fase folikular (hari 1 sampai 13)
  3. Fase ovulasi (hari 14)
  4. Fase luteal (hari 15-28)
fase siklus menstruasi

Garfik dan gambar fase siklus menstruasi pada wanita

# Fase Menstruasi atau Pendarahan

Fase keluarnya darah haid ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sampai hari ke-5 dari siklus menstruasi. Beberapa sumber menyebutkan bisa berlangsung sampai hari ke-7 dan ini masih dianggap normal.

Peristiwa berikut terjadi selama fase haid ini:

  • Hormon progesteron turun drastis.
  • Lapisan rahim luruh dan keluar dalam bentuk darah menstruasi.
  • Darah yang keluar sekitar 10 ml sampai 80 ml.
  • Pada fase menstruasi ini Anda mungkin mengalami kram perut. Kram ini disebabkan oleh kontraksi rahim dan otot-otot perut untuk mengusir darah haid.

Selama pekan ini, kondisi fisik berada pada titik terendah, bahkan bisa dikatakan memiliki energi terendah diantara fase siklus menstruasi lainnya. Oleh sebab itu, wanita cenderung lemas dan ingin beristirahat.

Meskipun butuh istirahat, namun tiduran saja di kamar juga tidak dianjurkan. Lakukanlah gerakan ringan seperti berjalan di halaman, melihat pemandangan, dan aktifitas ringan lainnya. Di samping itu, penuhilah kebutuhan cairan dan asupan makanan, karena pada fase ini Anda butuh energi ekstra.

# Fase Folikular

Ini disebut fase folikuler karena kelenjar pituitari (hipofisia) melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH), yang merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi dewasa (matang).

Fase ini juga dimulai dari hari pertama menstruasi, tetapi berlangsung sampai hari ke-13 dari siklus menstruasi. Peristiwa berikut terjadi selama fase ini:

  • Kelenjar hipofisis di otak mengeluarkan hormon FSH yang merangsang sel-sel telur dalam ovarium untuk tumbuh.
  • Salah satu sel telur mulai masak di dalam struktur yang disebut folikel (kantung). Dibutuhkan 13 hari bagi sel telur untuk mencapai kematangan.
  • Ketika sel telur matang, folikel mengeluarkan hormon yang merangsang rahim untuk membentuk lapisan pembuluh darah dan jaringan lunak yang baru disebut endometrium. Ini merupakan langkah untuk pemulihan dari fase menstruasi yang pertama.

Selain itu, estrogen dan testosteron mulai meningkat selama fase ini. Hal ini akan memberikan dorongan energi, dan juga dapat meningkatkan mood dan otak. Anda bahkan mungkin merasa lebih tegas dan berani mengambil risiko. Testosteron merangsang libido sedangkan estrogen membuat wanita merasa lebih terbuka dan menekan nafsu makannya.

# Fase Ovulasi

Ovulasi adalah puncak dari semua kerja keras tubuh selama fase menstruasi sebelumnya. Atas perintah otak melalui produksi homron LH (luteinizing hormone) sel telur yang sudah matang akan dilepaskan dari folikel di ovarium ke saluran tuba (tuba fallopi) dan akan bertahan selama 12-24 jam.

Kejadian ini terjadi pada hari ke-14 dari siklus, sel telur yang dilepaskan tersapu ke tuba falopi oleh silia fimbriae. Fimbriae adalah struktur berebntuk seperti jari-jari yang terletak di ujung tuba falopi dekat dengan ovarium. Sedangkan silia yang merupakan rambut getar yang halus yang depat menghantarkan sel telur menuju ke rahim.

Pada fase ini Estrogen dan testosteron meningkat ke tingkat puncak, sehingga meningkatkan efek dari fase folikular. Anda mungkin merasa bahwa Anda terlihat lebih baik dan merasa lebih percaya diri sehingga akan lebih mudah untuk verbalisasi pikiran dan perasaan. Plus, gairah seks akan berada di puncak tertinggi!

# Fase Luteal

Disebut fase luteal karena pada fase menstruasi ini terbentuk korpus luteum pada ovarium yang merupakan bekas folikel setelah ditinggal sel telur. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron.

Ini adalah fase menstruasi yang terkahir. Fase luteal dimulai pada hari ke-15 dan berlangsung sampai akhir siklus menstruasi. Peristiwa berikut terjadi selama fase luteal:

  • Sel telur dilepaskan selama fase ovulasi tetap di tuba falopi selama 24 jam.
  • Jika sel sperma tidak membuahi sel telur dalam waktu tersebut, sel telur akan hancur.
  • Hormon progesteron yang menyebabkan rahim untuk mempertahankan endometrium akan habis pada akhir siklus menstruasi. Hal ini menyebabkan dimulainya kembali fase siklus menstruasi berikutnya.

Pada fase luteal estrogen dan testosteron akan menurun dan sebagai gantinya tubuh mulai memproduksi progesteron seperti penjelasan di atas. Ini adalah hormon anti-kecemasan alami, sehingga Anda berada pada suasana perasaan yang ‘stabil’ setelah ‘menggebu-gebu’ pada fase Ovulasi.

Namun, pada bagian kedua dari fase menstruasi yang terkahir ini adalah sangat sulit bagi kebanyakan kaum hawa. Pasalnya, bagi yang ada kecendrungan, bisa merasakan gejala PMS seperti keinginan makan karbohidrat tinggi, perut kembung, sakit kepala, kecemasan dan kemurungan. Tak lama lagi dari gejala-gejala ini, maka datanglah menstruasi berikutnya. Baca juga: Tanda-tanda Menstruasi Akan Segera Datang

Itulah hal-hal yang terjadi pada tubuh dan jiwa wanita selama fase menstruasi. Bagi pria yang memahaminya maka berarti Anda memahami pasangan Anda. Semoga bahagia!

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer