6 Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Menjalani Pap Smear

Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan yang harus dijalani oleh setiap wanita secara rutin. Tujuan dari pemeriksaan ini yaitu untuk mendeteksi perubahan sel-sel pada mulut rahim (serviks) yang mengarah ke kanker. Jadi kanker serviks dapat dideteksi pada tahap paling awal sebelum berubah menjadi ganas dan sulit diobati.

Nah, agar proses pemeriksaan lancar dan hasilnya akurat, maka ada beberapa syarat pap smear yang harus dipenuhi sebelum menjalaninya. Jangan sampai pemeriksaan rutin yang umumnya dilakukan 3 tahun sekali ini memberikan hasil yang tidak dapat diandalkan.

Syarat pap smear ini sangat berkaitan dengan kelancaran pemeriksaan serta meminimalisir kesalahan dalam pembacaan sampel. Karena sampel diambil dari permukaan mulut rahim (serviks) bagian luar ataupun bagian kanalnya. Jadi jangan sampai ada zat atau apapun yang menghalangi ataupun mengubah struktur sel-sel serviks yang sesungguhnya.

syarat pap smear

Berikut syarat-syarat pap smear yang harus dipenuhi

1. Tidak berhubungan

Satu hari atau 24 jam sebelum menjalani pemeriksaan pap smear, hindari berhubungan dengan suami. Alasannya, gesekan pada mulut rahim selama aktifitas menyenangkan tersebut serta sperma dari suami dapat mengubah struktur sel-sel serviks dan berpotensi mengganggu pembacaan sampel saat dilihat di bawah mikroskop.

2. Tidak Menggunakan Zat Pembersih Kewanitaan

Jangan membersihkan alat vital dengan douch (douching), cairan pembersih khusus, sabun sirih, atau zat antiseptik apapun yang dimasukkan ke dalam alat vital wanita. Jika hanya membasuh bagian luarnya saja masih diperkenankan.

3. Tidak sedang haid

Jadwal pemeriksaan biasanya ditentukan beberapa hari sebelumnya, nah pastikan jadwal pemeriksaan pap smear dilakukan empat hari atau lebih sebelum jadwal menstruasi. Jika ternyata pada hari pemeriksaan kedatangan ‘tamu’ bulanan tersebut, maka tunggulah sampai menstruasi benar-benar berhenti.

Syarat pap smear yang satu ini bukan tanpa alasan, darah haid dapat menyebabkan hasil tes menjadi tidak normal. Ditambah lagi, darah haid dapat menghalangi saat pengambilan sampel, dan tentunya akan menyulitkan.

4. Tidak menggunakan tampon

Hindari penggunaan tampon kurang dari 24 jam sebelum pemeriksaan. Tampon itu sendiri biasanya berupa bahan yang sama dengan pembalut, namun dimampatkan menjadi bentuk tabung kecil dan dipakai dengan cara dimasukkan pada liang V untuk menyerap darah menstruasi.

5. Tidak menggunakan obat miss V

Jangan gunakan obat-obatan vagina (kecuali memang dokter menyarankannya), baik berupa jelly, busa atau krim selama dua hari sebelum pemeriksaan.

4. Bukan Perawan

Memang, aturan umum dari ACOG (American Congress of Obstetricians and Gynecologists) menyarankan bahwa pap smear tetap perlu dilakukan pada semua wanita usia 21 – 65 tahun setiap 3 tahun tanpa melihat pernah atau tidaknya melakukan hubungan seks.

Namun, karena pada prosedur pemeriksaan Pap smear mengharuskan liang V dimasuki sebuah alat, maka hal ini akan berpotensi menyebabkan robekan pada selaput dara (hymen). Hal ini tentu tidak dapat diterima dalam budaya kita.

Alasan lainnya, 99,7 % kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV yang hanya menyebar melalui hubungan seksual. Jadi bagi perawan tidak terlalu penting, meskipun ada 0,3 % penyebab lain.

Baca: Penyebab Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

5. Kosongkan Kandung Kemih

Syarat pap smear yang satunya hanya bersifat opsional, demi kenyamanan saat pemeriksaan. Jadi, buanglah air kecil beberapa saat sebelum pemeriksaan. Jangan sampai Anda merasa tak nyaman akibat menahan pipis saat pemeriksaan berlangsung.

6. Kenakan pakaian yang mudah ‘lepas-pakai’

Ini juga bukan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum menjalani pemeriksaan pap smear. Namun jangan dianggap remeh, karena pakaian yang sulit dilepas-pasang akan membuat proses menjadi panjang. Bukankah waktu itu sangat berharga?

* Begitu pap smear telah dilakukan, maka hal-hal yang dilarang di atas otomatis sudah boleh dilakukan.

Bagaimana jika sedang hamil? 

Pertanyaan boleh tidaknya ibu hamil menjalani pap smear termasuk sering ditanyakan. Jawabannya adalah boleh dan aman. Bahkan Pap smear masuk dalam daftar pemeriksaan yang dianjurkan pada kehamilan awal. Karena pemeriksaan ini dapat mendeteksi risiko kanker serviks dan infeksi daerah serviks yang berpotensi menyebabkan keguguran.

DISKUSI TERKAIT