8 Penyebab Telat Haid dan Cara Mengatasinya

“Wah jangan-jangan ada sesuatu yang salah dengan rahimku nih.”

“Aduh, kira-kira kapan ya darahnya keluar, masak harus pakai pantiliner terus.”

“Beneran hamil nggak ya?!”

Keluhan mengenai telat datang bulan di atas pasti tak asing bagi perempuan yang siklus haidnya teratur, atau yang sedang berusaha punya anak. Ya, telat mens memang bikin penasaran sekaligus harap-harap cemas.

Namun faktanya, bukan hanya kehamilan saja yang bikin terlambat datang bulan. Masih ada penyebab telat haid lainnya yang juga perlu dipertimbangkan. Apa sajakah itu? Yuk kita simak bersama-sama..

penyebab telat haid

1. Kehamilan

Hanya karena Anda sudah dan selalu menggunakan kontrasepsi, bukan berarti kalau kehamilan tak mungkin terjadi. Faktanya, Anda tetap bisa hamil bahkan bila alat kontrasepsinya sudah dipakai dengan benar. Ingat, tak ada satupun alat kontrasepsi yang 100% mampu mencegah kehamilan.

Oleh karena itu, perempuan yang aktif secara seksual dan mengalami telat datang bulan, sebaiknya segera melakukan tes kehamilan. Jangan sampai Anda benar hamil namun tidak mengetahuinya. Jika hasil tes negatif dan mens belum datang juga, segeralah periksa ke dokter.

2. Stres

Stres berkepanjangan ternyata memiliki dampak signifikan terhadap siklus datang bulan. Stres mampu membuat siklus mens lebih panjang, pendek, atau bahkan berhenti sama sekali. Pada beberapa wanita, stres juga membuat kram haid terasa lebih menyakitkan.

Untuk mengatasi penyebab telat haid satu ini, tentunya harus mengatasi sumber stresnya lebih dulu. Selain menjauhi dari penyebab stres, cara lain adalah dengan berolahraga teratur, cukup tidur, relaksasi, atau yoga. Tak ada salahnya juga pergi ke dokter atau konselor jika beberapa cara mengatasi stres tadi belum berhasil.

Baca:

3. Perimenopause

Sebelum masuk masa menopause yang umumnya terjadi di usia 52 tahun, Anda biasanya mengalami perimenopause lebih dulu. Fakta di lapangan menyebutkan gejala perimenopause dapat dialami bahkan 10-15 tahun sebelum mati haid. Ini artinya di usia 37-42 tahun, hormon estrogen bisa mulai berfluktuasi.

Tidak stabilnya kadar estrogen inilah yang menyebabkan wanita usia perimenopause mengalami telat atau tidak menstruasi sama sekali. Jika haid tidak datang selama 12 bulan berturut-turut atau setahun penuh, itu artinya Anda sudah masuk masa menopause.

4. Berat badan turun drastis

Berkurangnya berat badan secara signifikan, atau olahraga intens juga bisa jadi alasan telat mens. Alasannya karena kondisi underweight (terlalu kurus) mampu menurunkan produksi hormon yang bertanggung jawab dalam proses ovulasi dan menstruasi. Solusi untuk kondisi ini adalah dengan menemui dokter, atau berkonsultasi dengan pakar gizi untuk menaikkan berat badan.

5. Obesitas

Sama seperti underweight berpengaruh pada siklus haid, begitu pulalah kondisi overweight atau obesitas. Malahan obesitas dan telat datang bulan seringkali merupakan gejala dari penyakit tertentu seperti sindrom polikistik ovarium (PCOS). Guna memastikannya, dokter biasanya melakukan tes darah atau USG untuk mengamati ovarium sehingga penyebab terlambat datang bulan dapat diketahui.

6. Alat kontrasepsi

Beberapa jenis alat kontrol kehamilan, khususnya yang melibatkan hormon, memang mampu membuat haid terlambat datang. Selain mengandung kombinasi estrogen dan progesteron yang harus diminum dalam jangka waktu tertentu, pil KB biasanya juga terdiri dari plasebo (pil tanpa hormon) yang mesti dikonsumsi selama beberapa hari. Tidak-adanya hormon yang diterima tubuh selama periode inilah yang memicu haid.

Seringkali, hormon dalam alat kontrasepsi seperti pil, koyo, suntikan, dan implan – juga membuat lapisan dinding rahim terus tipis sehingga tak ada darah haid yang perlu dikeluarkan. Pada umumnya, efek alat kontrasepsi tersebut tidak berbahaya. Namun kalau Anda khawatir, konsultasikanlah dengan dokter.

7. Ketidakseimbangan hormon

Beberapa hormon seperti prolaktin atau tiroid dapat menyebabkan telat menstruasi. Kondisi ketidakseimbangan hormon ini bisa dengan mudah dideteksi melalui tes darah.

Soal penyebabnya ada bermacam-macam, bisa jadi karena faktor genetik hingga sesuatu yang sangat serius seperti tumor otak misalnya. Pada kebanyakan kasus – bila penyebabnya bukanlah penyakit serius, minum obat dapat membantu siklus haidnya normal kembali.

8. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

Penyebab telat haid satu ini sempat kita singgung sebelumnya. PCOS merupakan salah satu gangguan hormon paling umum di antara wanita usia subur. Meski gejalanya bisa berlainan antarperempuan satu dengan lainnya, namun penderitanya umumnya memiliki kadar hormon yang abnormal.

Di samping telat atau berhenti mens, abnormalitas tersebut seringkali menyebabkan tumbuhnya:

  • Beberapa kista kecil di indung telur
  • Jerawat
  • Rambut berlebih pada wajah dan tubuh
  • Kebotakan
  • Obesitas

Jika mengalami gejala di atas, segeralah temui dokter untuk diagnosa dan penanganan yang tepat. Jangan abaikan hal ini karena jika tak dirawat dengan benar, berhentinya haid selama usia subur dapat memicu kanker endometrium.

Terakhir, Anda juga harus segera periksa ke dokter jika mengalami:

  • Tidak mens beberapa kali berturut-turut
  • Hasil tes kehamilan positif
  • Gejala PCOS
  • Berat badan naik atau turun drastis
  • Stres berlebih.

DISKUSI TERKAIT