Alasan Timbul Jerawat Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Saat haid, beberapa perempuan tidak hanya mengalami gejala seperti mood labil, kram atau nyeri pada perut bagian bawah, tetapi ada juga yang selalu jerawatan. Munculnya jerawat saat haid sebenarnya merupakan hal lumrah.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan Archives of Dermatology, 63% perempuan yang kulitnya sensitif biasanya mengalami munculnya jerawat menjelang haid. Jerawat ini bisa muncul 7-10 hari sebelum hari pertama haid, lalu kemudian mereda saat menstruasi tiba.

jerawat saat haid

Fakta Ilmiah di Balik Jerawat Saat Haid

Seperti yang kita ketahui, siklus bulanan perempuan rata-rata adalah 28 hari, dan masing-masing memiliki kondisi hormon yang berbeda. Biasanya 2 minggu sebelum datang bulan, kadar hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron akan meningkat karena tubuh sedang mempersiapkan rahim untuk kehamilan.

Pada ½ bagian periode pertama, tubuh rata-rata didominasi oleh hormon estrogen, dan sisa waktu yang ada barulah progesteron yang mengambil alih. Setelah itu, kadar kedua hormon tersebut akan anjlok ke titik terendah ketika darah haid mulai keluar.

Sementara itu, untuk hormon testosteron (yang kadarnya hanya sedikit saja dalam tubuh wanita) selalu berada di level yang sama sepanjang bulan. Ini artinya, sebelum dan saat menstruasi, kadar testosteron relatif lebih tinggi ketimbang estrogen atau progesteron. Perubahan kadar hormon inilah yang kemudian berdampak pada kulit wanita.

Salah satunya misalnya, naiknya estrogen dan progesteron merangsang produksi sebum, substansi minyak bertekstur kental yang berfungsi sebagai pelumas kulit alami. Dan bila sebum tadi bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, maka pori-pori bisa tersumbat sehingga menyebabkan jerawat.

Belum lagi, kondisi kulit secara keseluruhan biasanya cenderung sensitif saat haid. Hal ini masih ditambah lagi dengan lebih tingginya kadar testosteron saat haid yang juga turut mengaktifkan kelenjar minyak sehingga makin banyak saja sebum yang diproduksi tubuh.

Sebum sendiri menyebabkan efek berbeda pada tiap wanita. Bagi beberapa perempuan, sebum membuat kulit lebih bersinar, namun pada lainnya, sebum membuat kulit lebih berminyak daripada sebelumnya. Minyak ini menyediakan makanan bagi P.acnes, bakteri penyebab jerawat menjelang haid.

Sayangnya, tak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubah efek sebab-akibat antara jerawat dan hormon tersebut. Namun untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar jerawatnya tidak terlalu parah. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan merawat kulit lebih ekstra menjelang haid.

Cara Mengatasi Jerawat Saat Haid

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, munculnya jerawat saat haid bukan karena faktor dari luar (kurang menjaga kebersihan misalnya), tapi lebih kepada akibat perubahan hormon dari dalam. Maka dari itu, jika ingin mengatasi jerawat saat haid, Anda juga harus melakukan pengobatan yang berhubungan dengan hormon.

Untuk itu, dokter kandungan atau pakar endokrin bisa membantu. Biasanya perawatan yang dilakukan untuk mengatasi jerawat saat haid meliputi:

Penggunaan Pil KB

Selain dapat digunakan sebagai obat penunda haid, pil KB juga dapat membantu wanita yang merasa sangat terganggu atas munculnya jerawat saat haid. Karena pil KB meningkatkan kadar estrogen, maka otomatis dampak testosteron akan berkurang dalam tubuh wanita.

Pil KB bekerja dengan cara meningkatkan protein SHBG (sex-hormone binding globulin) dalam darah. SHBG ini bertindak seperti spon yang menyerap testosteron dalam pembuluh darah. Jika testosteronnya berkurang, maka begitu pula dengan penyebab jerawat saat haid.

Selain itu, pil KB juga dapat memperlambat produksi minyak dengan menghambat naiknya estrogen dan progesteron alami, yang biasanya terjadi 1-2 minggu sebelum haid. Beberapa jenis pil bahkan disetujui ahli untuk mengatasi jerawat saat haid.

Namun butuh kesabaran ekstra kalau Anda mau menggunakan pil KB untuk mengatasi jerawat ketika haid. Beberapa perempuan yang mengonsumsi pil KB malah mendapati kalau jerawatnya bertambah banyak pada 3-4 bulan pertama. Kondisi ini wajar mengingat sedang terjadi perubahan hormon dalam tubuh. Jadi anggap saja kalau masa ini merupakan momen dimana tubuh sedang menyesuaikan diri dengan pil KB tersebut.

Hal lain yang perlu diketahui soal pil KB dan jerawat saat haid ini adalah efeknya bisa beragam pada tiap wanita. Ada yang jerawatnya memang bisa berkurang karena pil KB, namun ada juga yang tidak.

Spironolakton

Bila pada prakteknya, pil KB saja tidak cukup untuk mengatasi jerawat saat haid, maka dokter mungkin akan menambahkan obat untuk menurunkan kadar testosteron. Obat yang bernama spironolakton ini mampu mengekang testosteron penyebab minyak berlebih di kulit.

Namun ada beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan spironolakton, seperti nyeri payudara, haid tidak teratur, sakit kepala, serta mudah lelah. Karena spironolakton tidak cocok untuk semua wanita, maka pastikan kalau Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya.

Diet

Untuk mereka yang obesitas, diet merupakan cara mengatasi jerawat saat haid yang sangat dianjurkan. Alasannya, semua faktor (salah satunya obesitas) yang menurunkan kadar SHBG dan meningkatkan testosteron dapat memicu timbulnya jerawat. Oleh karenanya, diet dengan mengadopsi pola makan sehat dan mempertahankan berat badan ideal dianggap mampu mengontrol munculnya jerawat saat haid.

Selain pengobatan hormonal tadi, masih ada pula cara mengatasi jerawat saat haid yang sifatnya tidak melibatkan hormon, yaitu:

Menjaga kebersihan kulit

Jika jumlah bakteri bertambah di kulit, maka itu bisa memperburuk jerawat saat haid. Oleh karenanya, Anda perlu menjaga kulit sebersih mungkin. Caranya dengan:

  • Hindari menyentuh wajah karena tangan cenderung memuat bakteri dan kotoran. Jika ingin mengaplikasikan krim atau makeup, maka cuci tanganlah lebih dulu.
  • Membersihkan ponsel secara rutin. Layar ponsel kita sangat rawan menjadi sarang bakteri, dan bila Anda sering menelepon, maka otomatis gadget ini sering menempel di kulit wajah, khususnya pipi, dagu, dan rahang.
  • Kapanpun berolahraga menggunakan matras, lapisi itu dengan handuk. Dan jangan melakukan ‘cipika-cipiki’ dengan perempuan lain yang wajahnya juga berkeringat. Di samping itu, setelah olahraga, Anda sebaiknya langsung mandi sebab jika tidak, timbunan keringat, bakteri, dan minyak bisa bercampur dan memicu munculnya jerawat dengan cepat.
  • Hindari rokok karena ini merupakan salah satu penyebab munculnya berbagai jenis jerawat.

Untuk jerawat saat haid yang tergolong parah, Anda sebaiknya menemui dokter kulit. Dokter mungkin akan meresepkan salah satu dari beberapa obat berikut:

Isotretinoin

Mereka yang mengalami jerawat sistik parah atau sudah mencoba berbagai obat jerawat namun gagal, isotretinoin dapat menjadi solusinya. Isotretionin merupakan bentuk jadian vitamin A alami. Namun obat ini memiliki beberapa efek samping termasuk meningkatnya risiko bunuh diri dan bayi lahir cacat pada wanita hamil.

Oleh karenanya, tanyakan secara detil efek samping Isotretionin ini pada dokter sebelum menggunakannya.

Retin-A

Anda bisa membeli krim retinol ini di toko obat atau minta resep dari dokter. Retin-A yang merupakan bentuk hewani dari vitamin A, dapat mencegah tersumbatnya pori-pori. Namun ingat, retinol butuh waktu sedikitnya 2 bulan pemakaian agar terlihat hasilnya.

Antibiotik dosis rendah

Kalau jerawat tidak beranjak juga dari kulit, maka mintalah resep tetrasiklin dosis rendah dari dokter. Minumlah antibiotik tersebut selama 5 hari, mulai dari beberapa hari sebelum haid.

Selain dengan meresepkan obat, dokter kulit juga dapat mengatasi jerawat saat haid dengan perawatan lain seperti injeksi kortison, operasi, terapi laser, atau chemical peel (peeling dengan menggunakan bahan kimia tertentu).

Sekian semoga Anda terbebas dari masalah jerawat ketika haid.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer