Cara Aman Menghilangkan Keputihan dengan Daun Sirih

Hampir setiap wanita dewasa pernah mengalami yang namanya keputihan atau keluarnya cairan dari organ wanita seperti putih telur atau susu putih. Meskipun hal ini umumnya normal, dalam kondisi tertentu keputihan bisa berubah menjadi penyakit berbahaya. Untungnya, beragam cara alami dapat digunakan untuk mengatasinya, salah satunya menghilangkan keputihan dengan daun sirih.

cara menghilangkan keputihan dengan daun sirih

Ya, daun sirih dipercaya dapat meringankan atau bahkan menyembuhkan keputihan dan menjaga kesehatan organ kewanitaan. Tak lain katena kandungan di dalamnya yang berkhasiat sebagai antijamur, antibakteri, antiinlflamasi, dan antioksidan.

Tidak semua kasus keputihan harus diobati, karena keputihan pada dasarnya merupakan mekanisme alami tubuh wanita untuk membersihkan area dalam organ kewanitaan. Sekresi dengan konsistensi cair atau kental berwarna bening atau agak putih ini jumlahnya meningkat saat masa ovulasi, menyusui atau saat terangsang. Di sisi lain infeksi jamur, bakteri, serta parasit juga dapat menyebabkan keputihan.

Oleh sebab itu, keputihan dibagi menjadi dua jenis, secara gampangnya ada keputihan yang normal dan tidak normal. Keputihan abnormal disebut juga leukorea patologis, memiliki ciri berwarna lebih kuning hingga hijau, menyebabkan gatal dan bau tak sedap kadang juga menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil. Keputihan jenis inilah yang umumnya coba dihilangkan dengan daun sirih.

Baca juga: Jenis dan penyebab keputihan.

Cara menghilangkan keputihan dengan daun sirih

Sirih merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia dan sudah sejak dahulu dikenal sebagai bahan obat. Secara ilmiah minyak atsiri daun sirih mengandung betle phenol, eugenol, dan chavicol yang bersifat antibakteri dan antijamur serta merupakan antioksidan dan antiradang.

Untuk menghilangkan keputihan, daun sirih umumnya direbus untuk diambil sari daunnya. Air rebusan ini yang kemudian diminum atau digunakan untuk membasuh area kewanitaan. Bagaimana langkah-langkah rinci menggunakannya, perhatikan panduan berikut ini:

  • Siapkan 3 – 4 lembar daun sirih yang masih segar.
  • Potong-potong daun sirih tadi menjadi beberapa bagian kecil.
  • Kemudian rebus potongan daun sirih tadi ke dalam dua gelas air selama 5 – 10 menit hingga warna air rebusan berubah dan daun mulai layu serta air rebusannya berkurang jadi setengahnya.
  • Saring air rebusan daun sirih tadi dan biarkan hingga suhunya turun.

Air rebusan ini digunakan dengan tiga cara, diminum langsung, dibasuhkan pada area kewanitaan sebagai pembersih atau mengaplikasikannya ke area V dengan bantuan tampon.

1. Air rebusan daun sirih diminum langsung

Setelah air rebusan daun sirih jadi, minuman ini dapat langsung di minum untuk menghilangkan keputihan. Minumlah air rebusan sirih ini 2 hari sekali atau 3 hari sekali hingga gejala keputihan berkurang. Jika tidak selera dengan rasanya bisa juga menambahkan madu atau perasan air lemon untuk menambah citarasa.

2. Air rebusan daun sirih sebagai pembasuh

Jika digunakan sebagai pembasuh area kewanitaan, air rebusan daun sirih baiknya benar-benar didinginkan lebih dulu. Kemudian dibasuhkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Penggunaannyapun sebaiknya tidak berlebihan, gunakan hanya 1 sampai 2 kali seminggu. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan pH pada area kewanitaan yang dapat berujung pada ketidakseimbangan flora dan bakteri di dalamnya hingga menyebabkan organ wanita menjadi kering.

3. Mengaplikasikan rebusan daun sirih dengan tampon

Rebusan daun sirih juga dapat diaplikasikan ke area kewanitaan dengan bantuan tampon. Cara ini dimaksudkan agar air rebusan daun sirih dapat mengenai bagian dalam organ kewanitaan. Dengan begitu efeknya penyembuhannya akan semakin baik.

Caranya mengaplikasan tampon daun sirih ini cukup mudah. Hanya perlu mencelupkan tampon bersih pada air rebusan daun sirih yang sudah disiapkan sebelumnya. Pastikan air rebusan sudah dingin sebelum digunakan. Setelah tampon menyerap air sirih, masukkan tampon ke dalam liang organ kewanitaan, diamkan kurang lebih 15 menit kemudian cabut tampon kembali. Lakukan cara ini 1 – 2 kali seminggu hingga keputihan dirasa membaik.

Jangan berlebihan menggunakan air rebusan daun sirih!

Meskipun air rebusan daun sirih cukup ampuh mengurangi keputihan yang tidak normal, namun terlalu sering menggunakannya malah bisa berdampak buruk. Area kewanitaan yang sering terpapar air rebusan daun sirih dapat terganggu keseimbangan bakteri dan pHnya.

Hilangnya beberapa jenis bakteri baik di organ kewanitaan akan berisiko membuat bakteri jahat berkembang lebih cepat dan mengundang munculnya infeksi. Jika tidak ditangani dengan tepat bisa saja infeksi tersebut menyebar ke organ lain disekitarnya. Untuk itu gunakan air rebusan daun sirih seperlunya jika kondisinya sudah benar-benar diperlukan.

Jika menggunakan daun sirih belum juga mengurangi keputihan yang terjadi malah kondisinya semakin memburuk. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.

DISKUSI TERKAIT

Baca juga