Cara Menghitung Usia Kehamilan Paling Akurat, Tanpa USG

Menghitung usia kehamilan sangatlah mudah apabila bunda mengetahui kapan haid terakhir terjadi. Begitu pula sebaliknya, akan lebih sulit jika bunda lupa tanggal terakhir haid. Lantas, bagaimana cara menghitung usia kehamilan pada kedua kondisi ini?

Pertama-tama kita harus paham terlebih dahulu tentang proses kehamilan. Bahwa kehamilan terjadi ketika ada pembuahan (konsepsi) antara sel telur dan sperma yang terjadi sekitar pertengahan siklus haid. Ingat, siklus haid wanita rata-rata setiap 28 hari sekali, dimana hari pertamanya dihitung mulai dari hari pertama haid.

Jika kita berfikir logis, maka menghitung usia kehamilan dapat dimulai pada hari atau tanggal ketika konsepsi terjadi. Tapi ternyata tidak, sangat sulit bagi kita mengetahui kapan waktu persis konsepsi terjadi. Apalagi bunda memiliki riwayat menstruasi yang tidak teratur.

Meski dikatakan proses pembuahan terjadi di pertengahan siklus haid (disebut juga masa subur), namun pada kenyatannya hal itu tidak serta merta terjadi persis pada hari ke-14, melainkan ada rentang waktu dari hari ke-11 hingga 21.

cara menghitung usia kehamilan

Lantas, apa yang menjadi patokan dalam menghitung usia kehamilan dengan akurat?

Melihat kondisi seperti ini, maka para ahli kandungan di seluruh dunia sepakat bahwa usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir atau disingkat dengan HPHT. Ingat, hal ini berbeda dengan hari berakhirnya haid atau selesai mens. HPHT adalah hari pertama keluarnya darah haid pada periode menstruasi yang terkahir sebelum akhirnya Anda tidak haid lagi karena hamil.

HPHT menjadi patokan karena hal ini umumnya diketahui dan tercatat dengan baik, sehingga tanpa pemeriksaan pun tenaga medis dan bunda sendiri dapat menghitung usia kehamilan.

Jadi apabila bunda ingin mengetahui berapa usia kehamilan saat ini? maka ingatlah tanggal dan bulan siklus haid terakhir. Jadikan tanggal hari pertama keluar darah mens pada siklus haid tersebut sebagai awal perhitungan sampai tanggal yang sekarang.

Hari, minggu, bulan, atau trimester yang diperoleh itulah usia kehamilan saat ini.

Tandai hpht untuk menghitung usia kehamilan

Tandai HPHT dan tanggal sekarang untuk menghitung usia kehamilan

Lebih jelasnya perhatikan contoh di bawah ini:

Pada tanggal 10 Januari 2018, Ibu A sudah telat bulan sekitar satu minggu dari jadwal haid yang seharusnya. Akhir diputuskan untuk melakukan tes kehamilan dengan tespek (test pack), lalu terlihat hasil tespeknya menunjukkan 2 garis alias positif. Ibu A ingat menstruasi terakhirnya dimulai dari tanggal 03 Desember 2017. Berapakah usia kehamilannya?

Jawaban:

Usia kehamilan ibu A adalah jarak antara 03 Desember 2017 sampai 10 Januari 2018, yaitu: 38 hari atau setara dengan 5 minggu 4 hari (menginjak 6 minggu). Meski menginjak 6 minggu, namun umur yang dipakai adalah minggu sempurna yaitu 5 minggu.

Bila ingin mengonversi menjadi bulan, maka sama dengan 1 bulan 1 minggu yang masih masuk dalam trimester I (satu). Ingat, satu bulan sama dengan 4 minggu, dan satu trimester sama dengan 3 bulan.

Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel satuan dalam menghitung usia kehamilan berikut ini:

TrimesterBulanMinggu
Pertamasatu1-4
dua5-8
tiga9-13
Keduaempat14-17
lima18-21
enam22-26
Ketigatujuh27-30
delapan31-35
sembilan36-40

Bagaimana Cara Menghitung Taksiran Persalinan?

Tanggal taksiran persalinan (TP) dihitung dengan menambahkan 40 minggu (yaitu 280 hari) ke hari pertama haid terakhir (HPHT). Perhitungan ini dilakukan dengan asumsi bahwa bunda memiliki siklus haid 28 hari. Keluarnya darah haid sampai masa ovulasi atau masa subur dihitung sebagai dua minggu pertama kehamilan karena ovulasi berlangsung dua minggu setelah HPHT.

Dengan demikian, apabila bunda melahirkan pada perkiraan tanggal jatuh tempo di atas, maka sesungguhnya usia janin adalah 38 minggu, dan bukan 40 minggu. Namun karena kita telah sepakat di awal tadi, maka usia kehamilan tetap dianggap 40 minggu.

Mudahnya, ketika jadwal haid tiba namun bunda tidak mengalami menstruasi dan ternyata hamil, maka pada saat itu usia kehamilannya sudah empat minggu (saat keluar darah menstruasi dan ovulasi ikut masuk dalam perhitungan).

Jika dirasa sulit dalam menghitungnya, maka lebih mudah gunakan rumus dari Naegele. Ketentuan rumus Naegele dalam menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) jika siklus haid 28 hari dan teratur:

  • Tanggal hari pertama haid terakhir ditambah (+) 7, bulannya dikurangi (-) 3, dan tahunnya ditambah (+) 1.
  • Jika bulan tidak bisa dikurangi 3 (januari-maret), maka bulan ditambah 9 dan tidak ada penambahan pada tahun.

Adapun bagi bunda yang memiliki siklus menstruasi selain 28 hari maka rumus nya menjadi:

  • HPL = HPHT + 9 bulan + (lama siklus haid – 21 hari).

 Ini hanya perkiraan, karena menurut american pregnancy, hanya sekitar 5% bayi yang lahir pada HPL dengan perhitungan tersebut.

Jika tidak mengetahui HPHT bagaimana cara menghitung usia kehamilannya?

Dalam hal ini sangat sulit bagi bunda untuk melakukan penghitungan sendiri tanpa bantuan dokter atau bidan. Oleh sebab itu, sebaiknya periksakan kehamilan Anda.

Pemeriksaan yang dilakukan dokter atau bidan dalam menentukan usia kehamilan diantaranya melakukan pemeriksaan fundus uteri atau tingginya puncak rahim, dan juga USG.

Cara menghitung usia kehamilan dengan memeriksa fundus

Kita bisa mengetahui minggu kehamilan dengan memeriksa ukuran rahim. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter atau bidan, karena merekalah yang sudah terlatih dalam menentukan tingginya fundus uteri.

Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus setinggi di atas panggul. Setelah 18 minggu, jarak (dalam cm) antara fundus dan tulang kemaluan akan sama dengan jumlah minggu sejak HPHT. Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus berada tepat di umbilikus (pusar).

Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini:

Usia kehamilanTinggi fundus uteri
12 minggu1/3 di atas simpisis
16 minggu½ simpisis-pusat
20 minggu2/3 di atas simpisis
24 mingguSetinggi pusat
28 minggu1/3 di atas pusat
34 minggu½ pusat-prosessus xifoideus
36 mingguSetinggi prosessus xifoideus
40 minggu2 jari di bawah prosessus xifoideus

Sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini:

tinggi fundus usia kehamilan

gambar tingginya fundus sesuai usia kehamilan

Jadi pemeriksaan ini hanya memberi gambaran kasar tentang usia kehamilan dalam minggu. Oleh sebab itu, cara menghitung usia kehamilan dengan metode ini terbilang kurang akurat, terlebih ketika bunda memiliki kehamilan kembar, obesitas, tumor rahim, atau fundus yang lebih tinggi atau lebih rendah dari yang seharusnya.

Lantas, apa yang dilakukan dokter untuk mengetahui usia kehamilan dengan akurat?

Jawabannya adalah USG. Ya, bagi bunda yang tidak mengetahui persis kapan HPHT atau menstruasi sebelumnya tidak teratur, maka USG dapat diandalkan untuk menentukan usia kehamilan saat ini dan juga perkiraan hari persalinan.

Melalui USG dokter akan melihat dan mengukur kantung kehamilan dan pertumbuhan janin untuk memperkirakan usia kehamilan.

Oleh sebab itu, setidaknya ada 3 cara menghitung usia kehamilan dengan USG, yaitu:

  • Mengukur diameter kantong kehamilan (GS=gestational sac) pada ibu hamil muda kira-kira 6-12 minggu kehamilan.
  • Mengukur jarak kepala-bokong janin (GRI=grown rump length) pada usia kehamilan 7-14 minggu dibandingkan dengan standar acuan.
  • Mengukur diameter kepala janin atau Diameter biparietal (BPD=Biparietal Diameter) pada usia kehamilan diatas 12 minggu.

Waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) adalah antara minggu ke-8 sampai 18 kehamilan.

Bagi bunda yang sudah mengetahui pasti HPHT dan melakukan USG, maka apabila tidak ada banyak perbedaan hasil perhitungan usia kehamilan antara USG dan HPHT, maka dokter menggunakan HPHT sebagai acuan dalam menentukan hari perkiraan lahir (HPL).

Hasil perhitungan usia kehamilan yang paling akurat adalah berdasarkan HPHT.

Dengan mengetahui usia kehamilan, maka akan mempermudah bagi petugas medis untuk menentukan jadwal pemeriksaan sesuai standar kebutuhan berdasarkan usia kehamilan. Kita pun menjadi lebih siap, mempersiapkan segala sesuatunya hingga persalinan tiba.

DISKUSI TERKAIT