Flek Coklat Sebelum Haid Berbahaya? Cek Gejalanya Disini

Anda pernah mengalami flek coklat sebelum haid? Tentu Anda bertanya-tanya, kira-kira kenapa hal itu bisa terjadi, terlebih ketika Anda baru mengalaminya pertama kali. Kekhawatiran juga kerap mengiringi, jangan-jangan hal itu berbahaya. Oleh sebab itu amati setiap gejala yang mengiringi flek coklat tersebut karena sangat terkait dengan penyebab serta kemungkinan berbahaya atau tidak. Selengkapnya akan kita bahas di bawah ini.

Semua wanita pasti mengalami siklus menstruasi atau haid. Namun, sebagian wanita terkadang memiliki beberapa masalah ketika masa tersebut akan datang dan salah satunya, yaitu muncul flek coklat sebelum haid. Flek coklat yang muncul biasanya tidak berlangsung lama, yaitu berkisar antara 1 atau 2 hari sebelum haid, namun tak jarang hal tersebut juga dapat terjadi pada pertengahan masa haid.

flek coklat sebelum haid

Pada sebagian besar kasus, Anda tidak perlu khawatir karena flek coklat sebelaum haid biasanya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun beberapa menunjukkan suatu penyakit yang memerlukan perhatian khusus. Oleh sebab itu perlu Anda ketahui apa saja penyebab munculnya flek coklat sebelum haid serta gejala yang menyertainya.

Apa Penyebab Munculnya Flek Coklat Sebelum Haid?

Untuk dapat mengetahui penyebab munculnya flek coklat tersebut secara akurat, sebaiknya Anda mencatat atau mengingat tanggal mulainya siklus haid dan lamanya siklus tersebut. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi munculnya flek coklat sebelum haid, diantaranya:

1. Periode Tertunda atau Parsial

Masa menstruasi terjadi karena tidak adanya kehamilan dalam rahim. Hal tersebut mengakibatka rahim mengeluarkan lapisan permukaan rahim selama proses menstruasi. Lapisan tersebut terdiri atas darah kotor, lapisan endometrium, dan jaringan nutrisi.

Namun, pengeluaran tersebut terkadang tidak berjalan lancar setiap bulannya, sehingga meninggalkan sedikit lapisan dan tetap mengendap dalam rahim selama sebulan. Nah, lapisan yang tertinggal itu lah yang akan dikeluarkan pada masa menstruasi berikutnya, sehingga berwarna kecoklatan bukan merah atau merah muda.

Terkadang, nutrisi dikeluarkan lebih dulu sebelum terjadinya haid dan berwarna lebih gelap atau berwarna kecoklatan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut normal dan tidak berbahaya.

2. Mengonsumsi Pil KB

Efek samping pil KB dapat mengganggu hormon wanita dan membuatnya tidak stabil. Berdasarkan beberapa laporan medis, menunjukkan bahwa sekitar 25 % penyebab munculnya flek coklat sebelum haid dikarenakan ketidakseimbangan hormon.

Pada kasus ini, munculnya flek coklat biasanya terjadi pada wanita yang baru menggunakan alat kontrasepsi tersebut dan lupa meminumnya selama 1 atau 2 hari.

Oleh karena itu, untuk menghindari munculnya flek coklat dapat dilakukan dengan meminum semua pil yang diresepkan sampai habis dan diminum pada waktu yang sama setiap hari untuk membantu menjaga keseimbangan hormon.

3. Perimenopause/ Menopause

Wanita mengalami masa perimenopause (menopause) biasanya terjadi pada usia 35 sampai 40 tahun. Selama masa tersebut, biasanya wanita sering mengalami flek coklat dikarenakan menurunnya kadar progesteron. Saat tingkat progesteron menurun, siklus haid wanita menjadi lebih singkat dan tidak teratur.

Pada kasus ini, munculnya flek coklat biasanya bersamaan dengan keringat malam, kekeringan vagina, gangguan tidur, hot flashes (rasa panas dengan detak jantung yang cepat),  kebingungan, dan ketidakseimbangan mood

4. Mengalami Ovulasi

Beberapa wanita mungkin mengalami flek coklat saat ovulasi. Hal tersebut bisa jadi disebabkan karena sel telur meninggalkan folikel atau karena perubahan kadar hormon yang terjadi saat ovulasi, yaitu hari ke-14 dari siklus rata-rata haid 28 hari.  Ovulasi bisa menjadi tanda bahwa Anda subur. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin cepat segera hamil, kehadiran flek coklat dapat Anda manfaatkan untuk berhubungan intim.

5. Kehamilan

Kehamilan juga dapat menjadi penyebab munculnya flek coklat sebelum haid. Hal ini dikarenakan “pendarahan implantasi”. Pendarahan implantasi terjadi saat sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim dan biasanya terjadi 10-14 hari setelah masa ovulasi. Namun pada sebagian wanita, pendarahan implantasi biasanya relatif singkat, yaitu hanya berlangsung selama 1 sampai 2. Jadi, jangan khawatir apabila muncul flek coklat sebelum haid, bisa jadi itu membawa kabar gembira bagi Anda.

Ingat! bahwa ovulasi dan pendarahan implantasi adalah dua hal yang berbeda. walaupun mereka sangat mirip. Perhatikan tabel berikut untuk mengetahui perbedaan ovulasi dan pendarahan impantasi.

Ovulasi 

Pendarahan Implantasi 

Ovulasi adalah tanda bahwa Anda akan sampai ke ujung jendela subur Anda.Pendarahan Implantasi adalah tanda awal kehamilan.
Kapan itu terjadi?
Biasanya terjadi 2-3 hari sekitar hari ovulasi. Contoh hari 14 dari siklus 28 hari.
Kapan itu terjadi?
Biasanya terjadi 6-12 hari setelah ovulasi atau 1-2 hari sebelum awal menstruasi.
Durasi
berlangsung beberapa jam sampai 1-2 hari.
Durasi
berlangsung beberapa jam sampai 1-2 hari.
Cairan Serviks
Disertai cairan serviks yang sangat basah, bening, cairan serviks encer yang digambarkan menyerupai putih telur mentah.
Cairan Serviks
Selama masa ini ada sedikit cairan serviks dan ada apa yang kering, lengket, dan tebal.
Suhu Tubuh Basal
Jika Anda telah melacak suhu tubuh basal, maka Anda pasti melihat kenaikan 0,5 ° F saat terjadi flek
Suhu Tubuh Basal
Jika Anda telah melacak suhu tubuh basal, BBT (basal body temperature) Anda seharusnya tinggi selama 6-12 hari.
Jenis Darah
Sebagian kecil darah atau bercak biasanya berwarna merah muda atau coklat muda. Tidak ada gumpalan darah.
Jenis Darah
Sebagian kecil darah atau bercak biasanya berwarna merah muda atau coklat muda. Tidak ada gumpalan darah.

Pada sebagian besar kasus, munculnya flek coklat sebelum haid memang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada juga beberapa infeksi dan kondisi medis serius  yang dapat ditimbulkannya. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka konsultasikan dengan dokter. Berikut adalah beberapa kondisi medis serius yang dapat menyebabkan keluarnya flek coklat.

6. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan sistem endokrin yang umum terjadi pada wanita usia antara 19 sampai 45 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh pembesaran ovarium.

Flek coklat bisa muncul akibat bocornya cairan yang ada dalam folikel ovarium selama siklus haid berlangsung. Jika tidak diobati, maka PCOS dapat menyebabkan masalah kesuburan. Wanita yang mengalami gejala ini disarankan untuk berkonsultasi dengan ginekolog (dokter kandungan) untuk mendapatkan evaluasi dan pengobatan.

PCOS juga biasanya disertai dengan gejala lain, seperti: jerawat, bertambahnya berat badan, pertumbuhan rambut yang berlebihan, periode tidak teratur, dan pendarahan yang berlebihan selama siklus menstruasi.

7. Endometriosis

Jaringan endometrium biasanya melapisi bagian dalam rahim dan meluruh selama menstruasi. Namun, apabila jaringan ini tumbuh di luar rahim (sekitar ovarium, jaringan usus, leher rahim, atau vagina), maka Anda terkena penyakit endometriosis.

Diperlukan waktu lebih lama agar darah dapat masuk melalui ovarium, rahim, leher rahim dan keluar vagina, sehingga membuatnya terlihat seperti cairan cokelat tua dari darah biasanya. Endometriosis dapat menyebabkan infertilitas jika tidak diobati.

Jadi,  jika Anda mengalami flek coklat sebelum haid dan bersamaan dengan nyeri panggul yang ekstrem dan periode haid yang sangat lama, maka Anda harus menenmui dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

8. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sebagian besar PMS dapat menyebabkan munculnya flek coklat sebelum haid, seperti Chlamydia, Gonore, Genital warts (HPV). Vulvovaginitis dan Pelvic Inflammatory Diseases (PID). Gejala yang sering timbul adalah munculnya flek coklat yang disertai dengan bercak yang tidak biasa daripada sebelumnya. Gejala lain seperti muntah, nyeri panggul, ruam, atau sensasi terbakar saat buang air kecil juga sering menyertai. Apabila hal tersebut terjadi, maka segera konsultasikan ke dokter.

9. Kanker Serviks

Kanker serviks juga bisa jadi penyebab munculnya flek coklat sebelum haid. Walaupun kasus yang terjadi hanya sedikit, namun Anda harus tetap mewaspadainya.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin, yang mencakup pemeriksaan pap smear dan panggul, sehingga dapat mendeteksi kanker serviks pada tahap awal dan harus dilakukan setiap tahun.

Gejala yang biasanya terjadi pada kasus ini adalah munculnya flek coklat yang disertai dengan penurunan berat badan drastis, nyeri saat berhubungan intim, kelelahan, periode haid yang lebih lama dari biasanya, segeralah menemui dokter apabila mengalami gejala tersebut. Simak: 18 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim)

Kapan Waktunya Menemui Dokter?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada beberapa penyakit berbahaya yang menyebabkan flek coklat sebelum haid. Oleh karena itu, Anda harus memeriksakan diri ke dokter, jika merasakan gejala seperti berikut ini:

  • Adanya pendarahan abnormal pada masa periode menstruasi dan berlangsung lebih dari tiga hari.
  • Munculnya flek coklat berlanjut selama tiga hari atau lebih berturut-turut selama siklus menstruasi.
  • Adanya pendarahan atau flek yang berbeda daripada biasanya.
  • Adanya pendarahan vagina abnormal atau flek coklat setelah menopause.
  • Terjadi pendarahan serius setelah melakukan hubungan intim.
  • Jika flek coklat sebelum haid disertai dengan gejala-gejala lainnya, seperti rasa nyeri atau terjadi pendarahan selama atau setelah berhubungan intim, sakit perut bagian bawah, periode haid terlalu lama dari biasanya, rasa nyeri saat buang air kecil, nyeri pada panggul, atau cairan keputihan berbau busuk.
  • Jika ada hal yang mencurigakan yang tidak pernah menyertai periode haid sebelumnya.

Simak juga: Keputihan Berwarna Coklat – Penyebab dan Pengobatan

Apabila hanya sekali mengalami flek atau keputihan, mungkin hal tersebut dapat dikatakan wajar. Namun, jika hal tersebut seringkali Anda alami, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan tes kehamilan atau menyingkirkan penyebab yang membahayakan dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Intinya, mengamati dan memerhatikan secara seksama reaksi tubuh terhadap siklus menstruasi merupakan cara terbaik untuk mengetahui adanya gangguan. Dengan begitu, apabila ada gejala yang tidak biasa, maka Anda dengan cepat dapat mengetahuinya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer