Kandungan ASI (Air Susu Ibu) yang Menjadikannya Istimewa

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi, mengapa demikian? karena kandungan ASI sungguh istimewa, sampai-sampai tidak ada susu formula di dunia ini yang bisa menandinginya, bahkan susu berteknologi modern sekalipun.

Hampir setiap wanita di dunia ini pasti mendambakan menjadi seorang wanita seutuhnya, yaitu dengan melewati proses menikah dan melahirkan atau dari seorang istri menjadi ibu. Dikatakan bahwa, transformasi dari istri menjadi ibu adalah tahap menuju kesempurnaan dan anugerah tak terhingga dari Yang Maha Kuasa bagi sebagian besar wanita.

kandungan ASI

Menjadi ibu bukanlah tugas yang mudah, bahkan sebaliknya itu adalah tanggung jawab yang besar yang harus dipikul bersama antara ibu dan sang ayah. Persiapan menuju persalinan dan pasca melahirkan wajib dilakukan, terutama mengenai asupan makanan dan minuman sang calon bayi. Asupan terbaik untuk bayi tentu saja ASI, apa saja kandungan ASI? Apa manfaatnya untuk bayi dan ibu itu sendiri? Lets find out!

Mengapa ASI Sangat Disarankan?

American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama terus sampai paling sedikit 12 bulan. Kandungan ASI Sangat berguna untuk bayi dan ibu. Bagi bayi, ASI dapat melindungi dari infeksi dan mengurangi tingkat risiko terkena diabetes, obesitas, dan asma.

Sedangkan bagi ibu, proses menyusui akan membantu rahim berkontraksi, dan membuat pendarahan pasca melahirkan berhenti lebih cepat. Menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium, dan paling penting ikatan kasih sayang antara ibu dan anak akan terjalin erat dari proses menyusui ini.

Lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak artikel berikut: 100 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Kandungan ASI terbagi dua yaitu makro dan mikro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, lemak dan protein sedangkan mikronutrien adalah vitamin & mineral.

Berikut 10 Kandungan ASI yang Baik untuk Bayi

Kandungan ASI – Makronutrien

1. Protein 

Kandungan protein dalam ASI cukup tinggi dan berbeda dengan protein dalam susu sapi. ASI mengandung dua jenis protein: whey dan casein. Protein ASI lebih banyak terdiri dari protein whey, dan lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung protein casein dan sulit dicerna oleh usus bayi.

Jumlah protein casein dalam kandungan ASI hanya 30% dibanding susu sapi yang hanya 80%. Selain itu, dalam protein susu sapi terdapat beta laktoglobulin yaitu fraksi dari protein whey dan tidak ditemukan dalam ASI. Beta laktoglobulin sendiri adalah jenis protein yang berpotensi menyebabkan alergi.

Kualitas protein ASI selanjutnya pada profil asam amino (unit yang membentuk protein). ASI mengandung jenis asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu sapi. Salah satunya asam amino taurin yang hanya sedikit jumlahnya dalam susu sapi.

Taurin diperkirakan berperan besar pada proses perkembangan otak karena asam amino ini ditemukan cukup tinggi pada jaringan otak yang sedang berkembang. Taurin juga sangat dibutuhkan oleh bayi prematur, dikarenakan kemampuan bayi prematur untuk membentuk proteinnya sendiri sangat rendah.

ASI juga kaya akan kandungan nukleotida (kelompok senyawa organik yang tersusun dari 3 jenis yaitu basa nitrogen, karbohidrat, dan fosfat) dibanding dengan susu sapi baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Nukleotida sendiri berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kematangan usus, merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan penyerapan zat besi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Karnitin

Kandungan ASI yang baik selanjutnya yaitu Karnitin. Perannya untuk membantu proses pembentukan energi yang diperlukan dalam mempertahankan metabolisme tubuh. Kadar karnitin dalam ASI cukup tinggi terutama pada 3 minggu pertama saat menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi. Karnitin akan lebih banyak bayi dapatkan dari  ASI ketimbang susu formula.

3. Lemak

Lemak dalam kandungan ASI lebih banyak dibandingkan dalam susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak bayi agar lebih sehat.

Lemak omega 3, omega 6, asam lemak rantai panjang seperti asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) banyak ditemukan dalam ASI, kedua jenis asam ini (DHA dan ARA) berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata.

ASI juga mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibandingkan susu sapi yang lebih banyak mengandung asam lemak jenuh. Asam lemah jenuh sendiri apabila terdapat dalam jumlah banyak dan lama tidak baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Karbohidrat

Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI, fungsinya sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa dalam ASI hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan laktosa pada susu sapi atau susu formula.

Karbohidrat dalam kolostrum juga rendah, tetapi jumlahnya meningkat terutama laktosa, seiring pemberian ASI transisi (7-14 hari setelah melahirkan). Sesudah melewati masa ini maka kadar karbohidrat ASI dapat dikatakan relatif stabil.

Kandungan ASI – Mikronutiren

5. Vitamin A

Vitamin A terkenal manfaatnya pada mata dan kulit, padahal disamping itu vitamin A juga berfungsi untuk mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan. ASI tidak hanya kaya akan vitamin A tetapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten.

Dari sini kita dapat mengetahui mengapa bayi yang diberi ASI mempunyai tumbuh kembang dan daya tahan tubuh lebih baik ketimbang yang tidak.

6. Vitamin D

ASI hanya mengandung sedikit vitamin D. tapi tidak perlu khawatir, karena dengan menjemur bayi pada pagi hari maka bayi akan mendapat tambahan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Sehingga pemberian ASI eksklusif ditambah dengan membiasakan bayi berjemur dibawah sinar matahari pagi akan mencegah bayi menderita penyakit yang berkenaan dengan tulang karena kekurangan vitamin D. Baca: Manfaat Vitamin D dengan Bukti Ilmiahnya

7. Vitamin E

Fungsi vitamin E salah satunya adalah untuk meningkatkan pertahanan dinding sel darah merah. Sebaliknya apabila Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan terjadinya kekurangan darah (anemia hemolitik). Keuntungan bagi ibu yang memilih ASI eksklusif untuk bayinya, adalah karena kandungan vitamin E sangat tinggi terutama pada kolostrum dan pemberian ASI masa-masa awal. Baca: Manfaat Vitamin E Bagi Kesehatan

8. Vitamin K

Vitamin K adalah salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor pembekuan, inilah mengapa vitamin ini sangat dibutuhkan. Kadar vitamin K dalam ASI sendiri jumlahnya hanya seperempat, dibandingkan dengan yang terdapat dalam susu formula.

Bayi yang hanya mendapat ASI berisiko untuk terjadi perdarahan, walapun statistik menunjukkan, angka kejadian perdarahan ini kecil. Oleh karena itu pada bayi baru lahir perlu diberikan vitamin K yang umumnya dalam bentuk suntikan.

9. Vitamin yang Larut Dalam Air

Hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat, vitamin C terdapat dalam kandungan ASI. Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap kadar vitamin ini dalam ASI. Kadar vitamin B1 dan B2 cukup banyak terdapat dalam ASI tetapi kadar vitamin B6, B12 dan asam folat bisa dibilang rendah pada ibu dengan asupan gizi yang kurang memadai.

Vitamin B6 dibutuhkan pada tahap awal perkembangan sistem syaraf bayi, maka bagi ibu yang menyusui perlu ditambahkan vitamin ini. Untuk vitamin B12 bisa didapatkan dari makanan sehari-hari, kecuali ibu menyusui yang vegetarian.

10. Mineral

Perlu diketahui bahwa jumlah mineral dalam ASI tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu dan status gizi ibu. Mineral sebagai salah satu kandungan ASI juga mempunyai kualitas lebih baik dan lebih mudah diserap dibandingkan dengan mineral dalam susu sapi.

Mineral utama yang ada dalam ASI adalah kalsium, fungsinya untuk pertumbuhan jaringan otot, rangka, transmisi jaringan saraf dan pembekuan darah. Akan tetapi, kadar kalsium ASI lebih rendah dari susu sapi, namun tingkat penyerapannya lebih besar.

Penyerapan kalsium sendiri dipengaruhi oleh kadar fosfor, magnesium, vitamin D dan lemak. Perbedaan kadar mineral dan jenis lemak inilah yang menyebabkan perbedaan tingkat penyerapan. Kekurangan kadar kalsium dalam darah dan kejang otot lebih banyak ditemukan kasusnya pada bayi yang mengonsumsi susu formula dibandingkan bayi yang mendapat ASI.

Kandungan zat besi baik di dalam ASI maupun susu formula sama-sama rendah dan bervariasi. Namun bayi yang mendapat asupan ASI mempunyai risiko lebih kecil untuk mengalami kekurangan zat besi dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu formula. Ini karena zat besi yang berasal dari ASI lebih mudah diserap, yaitu antara 20-50% dibandingkan 4 -7% pada susu formula.

Bagi ibu yang mempunyai masalah dengan ASI Anda dan merasa khawatir bayi akan kekurangan zat besi tidak perlu bingung, cukup berikan makanan padat yang mengandung zat besi mulai usia 6 bulan, maka masalah kekurangan zat besi ini dapat diatasi. Jika masalahnya adalah jumlahnya yang sedikit, maka berikut solusinya: 12 Cara Ampuh Memperbanyak ASI Secara Alami

Tabel Kandungan ASI dan Susu Lainnya

Tabel 1. Kandungan ASI 

Lemak (g / 100 ml)
Total4.2
Asam lemak – panjang 8Ctrace
Asam lemak tak jenuh ganda0,6
Kolesterol0,016
Protein (g / 100 ml)
Total1.1
Kasein0.4
A-laktalbumin0,3
Laktoferin (apo-laktoferin)0,2
IgA0,1
IgG0,001
Lysozyme0,05
serum albumin0,05
ß-laktoglobulin
Karbohidrat (g / 100 ml)
Laktosa7
Oligosakarida0.5
Mineral (g / 100 ml)
Kalsium0,03
Fosfor0,014
Sodium0,015
Kalium0,055
Klorin0,043


Tabel 2. Perbandingan Kandungan ASI dengan Berbagai jenis susu (Percangkir)

GiziSusu ManusiaSusu sapiSusu Kambing
Kalori172146168
Protein (g)2.57.98.7
Lemak (g)10.87.910.1
Lemak jenuh (g)4.94.66.5
Lemak tak jenuh tunggal (g)4.12.02.7
Lemak tak jenuh ganda (g)1.20.50.4
Karbohidrat (g)17.011.010.9
Folat (mcg)12122
Vitamin C (mg)12.303.2
Sodium (mg)4298122
Besi (mg)0,070,070,12
Kalsium (mg)79276327

Itulah kandungan zat-zat gizi yang ada pada ASI, jadi tak ada alasan lagi untuk tidak menyusui, ASI adalah satu-satunya yang terbaik untuk buah hati.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer