Makan Nanas Saat Hamil, Aman atau Berbahaya?

Ada mitos yang beredar di kalangan ibu hamil bahwa makan nanas saat hamil dapat menyebabkan keguguran. Apakah mitos tersebut benar? Mari kita simak penjelasan mengenai makan nanas saat hamil berikut ini!

Banyak pendapat yang beragam dalam menanggapi mitos tersebut, sehingga sulit mendapatkan jawaban pastinya. Namun, sebagian besar dokter sepakat bahwa nanas aman selama kehamilan dan tidak akan menyebabkan ibu hamil memasuki persalinan lebih awal ataupun keguguran. Tapi, ada hal-hal yang harus diperhatikan, berikut penjelasannya.

makan nanas saat hamil

Apa Efek Samping dan Resiko Makan Nanas Saat Hamil?

Mengonsumsi nanas saat hamil mungkin beresiko bagi ibu hamil, karena nanas mengandung enzim bromelain, yang dapat memecah protein dan menyebabkan pendarahan. Namun, untuk mendapatkan efek bromelain tersebut tidak bisa hanya dengan mengonsumsi satu buah nanas saja. Ibu hamil harus mengonsumsi tujuh sampai sepuluh nanas agar mendapatkan efek bromelain hingga menimbulkan bahaya bagi tubuh.

Makan nanas saat hamil tidak berbahaya bagi ibu hamil, namun bila nanas terlalu banyak dikonsumsi dalam waktu singkat akan menyebabkan acid reflux (asam lambung naik), dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Jadi, akan lebih bijak untuk makan dalam jumlah kecil saja daripada makan sekaligus dalam jumlah banyak. Lihat rekomendasi jumlah konsumsi nanas yang aman untuk ibu hamil.

Mengonsumsi nanas dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan luka pada mulut yang bisa memicu sariawan.

Adakah efek lain akibat makan nanas? berikut diantaranya:

1. Mulas atau Refluks

Jika Bunda memiliki perut sensitif dan sistem pencernaan yang lemah, lebih baik untuk menghindari nanas. Zat asam yang ada dalam buah nanas bisa menyebabkan mulas atau refluks.

2. Keguguran

Mengonsumsi nanas yang berlebihan akan meningkatkan kadar bromelain dalam tubuh, yang mempengaruhi serviks, menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Kelebihan mengonsumsi nanas juga menyebabkan muntah, ruam kulit, dan kontraksi uterus pada trimester pertama kehamilan.

3. Kadar Gula Tinggi

Jika Bunda menderita diabetes gestasional, maka nanas mungkin bukan makanan yang baik. Karena kadar gula yang tinggi akan memperparah kondisi Bunda.

4. Kelebihan Berat Badan

Jika Bunda kelebihan berat badan, sebaiknya hindari mengonsumsi nanas karena kandungan kaloriny tinggi.

5. Diare

Terlalu banyak mengonsumsi nanas bisa meningkatkan bromelain, yang dapat menyebabkan diare.

6. Alergi

Konsumsi nanas yang berlebihan bisa menyebabkan alergi atau pembengkakan di lidah, pipi dan bibir bagian dalam. Namun, kondisi ini akan sembuh dalam beberapa saat. Hindari nanas jika Bunda menderita penyakit maag, gastritis, risiko keguguran, koagulasi darah yang buruk, dan tekanan darah rendah.

Jika Bunda makan nanas untuk pertama kalinya selama kehamilan dan mengalami gejala alergi tertentu, maka berkonsultasikan kepada dokter. Beberapa gejala alergi yang dimaksud meliputi:

  • Gatal-gatal kemerahan pada kulit.
  • Bengkak atau gatal di mulut.
  • Hidung meler atau mampet.
  • Sesak nafas.

Gejala ini mirip dengan reaksi alergi terhadap makanan lainnya dan terjadi dalam hitungan menit setelah konsumsi nanas.

Adakah Manfaat Nanas Bagi Ibu Hamil?

Nanas mengandung banyak vitamin dan mineral, yang membuat Bunda tetap sehat selama kehamilan. Nanas mengandung lemak jenuh yang rendah dan serat makanan tinggi, sehingga memiliki nilai gizi tinggi. Berikut ini merupakan kandungan yang ada dalam buah nanas:

1. Vitamin C

Vitamin C pada nanas bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan Imunitas. Nanas mengandung sejumlah besar vitamin C, antioksidan yang larut dalam air akan melawan kerusakan sel yang terjadi di dalam tubuh, dan membantu meningkatkan kekebalan selama kehamilan.
  • Menghasilkan Kolagen. Satu gelas nanas mengandung hampir 79 miligram vitamin C, yang menghasilkan kolagen. Kolagen bertanggung jawab atas pertumbuhan tulang, tulang rawan, dan urat tendon bayi. Satu gelas nanas hampir memenuhi kebutuhan sehari-hari, yaitu 80 – 85 miligram vitamin C selama kehamilan.

2. Zat Mangan

Mineral mangan merupakan enzim penting untuk meningkatkan perkembangan tulang, tulang yang kuat dan sehat serta mencegah osteoporosis.

3. Vitamin B1

Vitamin B1 atau tiamin berguna untuk fungsi otot yang baik, serta sistem saraf dan jantung yang sehat.

4. Vitamin B6

Vitamin B6 atau piridoksin bertanggung jawab untuk menyiapkan antibodi dan menghasilkan energi. Vitamin ini juga berfungsi menghilangkan morning sickness yang Bunda rasakan. Kekurangan vitamin B6 menyebabkan anemia, dan nanas membantu pembentukan sel darah merah karena mengandung vitamin dalam jumlah yang baik.

5. Tembaga

Nanas juga mengandung zat tembaga, yang membantu dalam produksi sel darah merah dan pembentukan jantung bayi.

6. Serat makanan

Sumber serat yang tinggi, secara efektif mengurangi konstipasi, yang merupakan keluhan umum pada tahap awal kehamilan.

7. Zat Besi dan Asam Folat

Nanas segar dapat menawarkan jumlah zat besi yang cukup, penting untuk produksi sel darah merah dan asam folat, membantu mencegah beberapa cacat bawaan lahir

8. Bromelain

Bromelain dalam nanas membantu memerangi bakteri yang berada di usus dan memperbaiki saluran gastrointestinal (pencernaan).

9. Diuretik 

Efek diuretik nanas membantu menghilangkan cairan berlebih dari tubuh. Hal ini mencegah pembengkakan, yang merupakan gejala umum selama kehamilan.

10. Mengobati Varises

Sebagian besar ibu hamil mengidap varises selama kehamilan. Varises pada kaki yang melebar, menonjol, dan memutar, menyebabkan rasa sakit. Bromelain dalam nanas mengurangi pembentukan endapan berserat pada varises dan mengurangi ketidaknyamanan.

11. Meningkatkan Mood

Aroma dan rasa buah yang unik meningkatkan mood dan mengembalikan kekuatan emosional. Ini adalah buah sehat dan lezat yang membantu Anda menyingkirkan kecemasan, depresi, dan pikiran obsesif.

12. Menurunkan Tekanan Darah

Ibu hamil cenderung memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan . Bromelain dalam nanas membantu menipiskan darah dan dengan demikian menurunkan tekanan darah. Proses ini juga mencegah pembekuan darah.

Lebih lanjut, baca disini: Wow! Inilah 30 Manfaat Buah Nanas Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Berapa Banyak Nanas yang Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil?

Berikut rekomendasi aman makan nanas saat hamil:

  • Trimester pertama. Lebih baik tidak mengonsumsinya sama sekali pada trimester pertama.
  • Trimester kedua. Nanas bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil. Anda boleh mengonsumsi sekitar 50 gram sampai 100 gram dua sampai tiga kali dalam seminggu.
  • Trimester ketiga. Bunda bisa mengonsumsi porsi kecil buah nanas setiap hari, juga bisa mengonsumsi sekitar 250 gram nanas sekaligus.

Sekali lagi, Bunda harus membatasi ukuran porsi saat makan nanas. Karena bila terlalu berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan kontraksi rahim.

Bagaimana Cara Memilih Nanas?

Nanas menawarkan manfaat maksimal jika segar dan matang. Cara sederhana ini akan membantu Anda dalam memilih buah nanas terbaik untuk dikonsumsi selama hamil. Pilihlah buah nanas yang seperti ini:

  • Nanas matang memiliki rona kuning-coklat yang halus.
  • Ketika ditekan terasa empuk dan elastis.
  • Daun pada ekor buah harus berwarna hijau. Sedikit agak layu tidak masalah, asal jangan daun kering.
  • Bila Anda menepuk buah nanas, seharusnya memiliki suara yang kuat. Nanas matang akan memberi suara yang nyaring.
  • Buah segar dan matang memberi aroma yang sedap.

Kesimpulan

Nanas bisa menjadi buah tambahan yang sehat selama kehamilan dan aman dinikmati tanpa rasa takut akan persalinan prematur atau keguguran, meski ada kepercayaan umum yang berkata sebaliknya. Sayangnya, hal ini juga berarti makan nanas tidak akan membantu ibu hamil yang usia kehamilannya sudah lewat dan dengan sengaja makan nanas untuk berusaha merangsang bayi agar cepat lahir (induksi persalinan).

Singkatnya, makanlah buah nanas selama hamil, asalkan tidak berlebihan (perhatikan lagi penjelasan di atas).

Jika Bunda masih khawatir dengan keamanan mengonsumsi nanas saat hamil, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter dan kemudian ikutilah sarannya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer