Obat Mual Muntah untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif

Ketika mual dan muntah terjadi saat hamil, pastinya bunda tidak boleh pasrah begitu saja. Pendekatan alami tanpa obat harus menjadi pilihan utama untuk mengatasinya. Lain halnya pada kondisi yang lebih parah, maka mau tidak mau bunda harus mengonsumsi obat mual dan muntah yang aman untuk ibu hamil.

obat mual muntah ibu hamil

Secara umum, obat mual ataupun muntah memang ada banyak tersedia di apotek dan toko obat, mulai dari yang dijual bebas hingga yang memerlukan resep dokter. Tapi bagi para ibu hamil, sangat tidak dianjurkan untuk memutuskan menggunakan obat mual sendiri tanpa petunjuk dari dokter.

Ingatlah bahwa, dalam rahim bunda ada si kecil yang kondisinya tidak sekuat bunda dalam bereaksi terhadap obat-obatan. Alih-alih menggunakan obat untuk mengatasi mual muntah saat hamil, janin menjadi terancam kesehatan dan keselamatannya. Itulah pentingnya menggunakan obat yang aman untuk ibu hamil.

Apakah bunda memang benar-benar membutuhkan obat mual – mutah?

Keluhan mual memang kerap terjadi pada kehamilan terutama pada 5 – 18 minggu kehamilan, derajatnya pun beragam, mulai dari yang ringan hanya sesekali di pagi hari sampai ada yang berat hingga sepanjang hari. Berdasarkan berat ringannya, keluhan ini dibagi menjadi dua kondisi, yaitu morning sickness dan hiperemesis gravidarum.

Berikut penjelasannya:

Morning sickness  –  Mual dan muntah sering terjadi pada usia kehamilan lima sampai enam minggu. Gejalanya paling buruk sekitar kehamilan sembilan minggu, dan biasanya membaik pada usia kehamilan 16 sampai 18 minggu. Namun, pada beberapa kasus gejalanya bisa berlanjut hingga trimester ketiga pada 15 sampai 20 persen wanita dan bahkan  sampai melahirkan 5 persen wanita.

Meskipun mual dan muntah ringan seperti ini disebut “morning sickness”, namun keluhannya tidak melulu terjadi di pagi hari, melainkan bisa setiap saat sepanjang hari. Menariknya, wanita hamil yang mengalami morning sickness, justru lebih sedikit yang mengalami keguguran dan melahirkan bayi mati daripada wanita tanpa gejala ini.

Hiperemesis gravidarum  –  Hiperemesis gravidarum adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan mual dan muntah yang lebih parah selama kehamilan. Wanita dengan hiperemesis sering muntah setiap hari dan mungkin kehilangan lebih dari 5 persen berat badannya dibanding sebelum hamil. Jika dilakukan pemeriksaan, hasil tes darah dan urine-nya menunjukkan adanya tanda dehidrasi. Hal ini terjadi, karena banyaknya cairan yang keluar dibanding yang masuk.

Bagaimana menyikapi kedua kondisi di atas? Jika morning sickness dirasa masih ringan, maka terapkan cara-cara alami untuk mengatasinya. Sebagaimana dijelaskan disini: Cara Alami Mengatasi Mual Saat Hamil

Jika kondisinya sedikit parah dan pengobatan rumahan tidak banyak membantu, maka bunda bisa menggunakan suplemen dan obat mual muntah ibu hamil yang dijual bebas tanpa resep.

Lebih lanjut, apabila keluhan masih belum juga teratasi, apalagi sampai jatuh pada kondisi hiperemesis gravidarum yang disertai dengan tidak mau makan-minum, badan begitu lemas, maka segeralah berobat ke dokter atau ke layanan kesehatan terdekat.

Suplemen dan obat mual muntah ibu hamil yang bebas dibeli tanpa resep:

1. Vitamin B6

Meskipun berstatus vitamin, namun suplemen dengan nama lain piridoksin ini banyak membantu ibu hamil dalam mengatasi mual muntahnya. Bahkan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganggapnya sebagai pengobatan lini pertama untuk morning sickness.

2. Antihistamin

Contoh obat antihistamin yang digunakan yaitu doxylamine. Obat ini mampu mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Doxylamine umumnya dijual bebas dengan label sebagai “pil tidur”, sehingga bisa membuat bunda mengantuk. Jadi jangan menyetir setelah mengonsumsinya ya.

3. Kombinasi vitamin B6 dan doxylamine

Juga direkomendasikan oleh ACOG sebagai pengobatan awal untuk morning sickness. Kombinasi kedua zat ini dianggap aman dan efektif mengatasi mual muntah pada ibu hamil. Contoh merek yang cukup populer, misalnya Diclegis.

4. Obat Asam Lambung

Beberapa obat maag untuk mentralisir asam lambung terkadang diperlukan, jika memang keluhan mualnya dipicu oleh masalah lambung atau usus. Misalnya saja antasida doen yang merupakan obat maag aman untuk ibu hamil.

Obat mual muntah ibu hamil dari dokter

Jika obat di atas tidak membantu, maka dokter mungkin memberi resep salah satu obat yang akan disebutkan di bawah ini. Ingatlah, bahwa informasi mengenai keamanan obat muntah selama kehamilan ini masih terbatas, sehingga dokter akan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya dengan saksama.

Inilah obat resep untuk mengatasi muntah pada ibu hamil:

  • Metoclopramide.
  • Promethazine.
  • Proklorperazin.
  • Trimethobenzamide.
  • Ondansetron.

Data keamanan ondansetron tidak konsisten: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ondansetron terkait dengan sedikit peningkatan risiko bibir sumbing atau cacat jantung pada bayi yang lahir dari wanita yang mengonsumsi obat tersebut selama kehamilan. Namun, pada salah satu review ondansetron pada tahun 2016 tidak menemukan adanya risiko cacat lahir, sementara yang lain menemukan risiko rendah secara keseluruhan.

Dengan demikian, maka beberapa ahli menyarankan penggunaan ondansetron hanya jika tidak ada obat lain yang berhasil.

Pengobatan Hiperemesis Gravidarum

Jika mual dan muntah yang bunda alami sangat parah sehingga tidak dapat diatasi dengan acara alami seperti banyak minum air, jus, makanan, vitamin prenatal, dan bahkan obat, maka bunda mungkin menderita hiperemesis gravidarum. Jika sudah demikian, dokter akan menganjurkan bunda agar dirawat di rumah sakit dengan cairan dan obat intravena (IV) atau infus.

Obat infus untuk mengobati hiperemesis gravidarum meliputi antihistamin, antagonis dopamin, antagonis serotonin, klorpromazin, dan glukokortikoid. Ini sering diberikan bersamaan dengan cairan, vitamin, dan mineral yang berada di bawah pengawasan medis yang ketat.

Jika masih belum teratasi juga, maka tim medis mungkin menyarankan untuk mencoba subcutaneous pump. Tabung kecil yang dimasukkan di bawah kulit untuk secara perlahan memompa obat ke dalam tubuh sepanjang hari.

Sayangnya, belum banyak penelitian yang mendukung keberhasilan terapi ini, dan pasien bisa mengalami komplikasi ringan, seperti iritasi kulit atau rasa nyeri lokal. Jadi, apapun perawatan yang dijalani selalu diskusikan dengan dokter Anda mengenai resiko dan manfaatnya.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer