Obat Penyubur Kandungan Supaya Cepat Hamil

Segera memiliki momongan pasti jadi impian setiap pasangan yang baru menikah. Sayangnya, tidak sedikit yang harus menunggu dan melakukan banyak usaha untuk mewujudkannya. Jika kesulitan hamil karena ada masalah pada kondisi sel telur wanitanya, beberapa calon ibu disarankan untuk mengonsumsi obat penyubur kandungan untuk membantu supaya cepat hamil.

Selain untuk mempercepat kehamilan, obat penyubur kandungan juga merupakan perawatan awal yang dilakukan untuk pasangan yang kurang subur. Obat cepat hamil ini bekerja dengan cara meningkatkan kadar hormon tertentu di dalam tubuh yang fungsinya untuk membantu proses ovulasi dan pematangan sel telur.

obat penyubur kandungan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesuburan

Banyak faktor yang mendasari ketidaksuburan, semakin berumur seseorang biasanya tingkat kesuburannya semakin menurun. Namun, umur bukan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan ketidaksuburan. Kualitas dan kuantitas sel telur juga memegang peranan penting. Selain itu, adanya masalah seperti penyumbatan pada tuba fallopi dan PCOS atau sindrom ovarium polikistik juga bisa jadi alasan sulitnya hamil.

Menggunakan obat penyubur kandungan dalam beberapa kasus cukup ampuh untuk meningkatkan peluang kehamilan. Meskipun begitu, perbedaan kondisi wanita satu dengan lainnya membuat cara ini tidak serta merta berlaku untuk setiap wanita yang menginginkan kehamilan.

Penggunaan obat penyubur kandungan sangat tergantung pada kondisi wanita yang mengalami kesulitan hamil. Untuk itu, dibutuhkan beberapa pemeriksaan dan tes untuk mengetahui obat mana yang paling sesuai.

Sebagai contoh, wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) biasanya merespon dengan baik obat clomiphene dan beberapa wanita dengan PCOS merespon kombinasi clomphene dan metformin dengan baik.  Contoh lainnya adalah wanita dengan masalah hiperprolektinemia (kelebihan hormon prolaktin dalam darah) yang kemudian mengganggu proses ovulasi. Mereka umumnya lebih cocok dengan cobergoline atau bromocriptine untuk menormalkan kembali proses ovulasi.

Seperti halnya obat-obatan lain yang memiliki risiko efek samping, obat penyubur kandungan juga memiliki efek samping. Salah satunya yaitu kemungkinan terjadinya kehamilan ganda atau kembar. Efek ini merupakan yang paling umum terjadi saat mengonsumsi obat jenis ini.

Apa Saja Obat Penyubur Kandungan yang ada di Apotek?

Pada awalnya, dokter biasanya menyarankan untuk menggunakan salah satu dari dua jenis obat standar yang biasa digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan:

  • Clomiphene (Klomifen). Obat ini bekerja dengan menstimulasi hormon dalam otak yang memicu perkembangan dan pelepasan sel telur dari indung telur atau ovulasi.
  • Gonadotropin. Obat ini akan merangsang indung telur untuk menghasilkan sel telur.

Selain kedua obat di atas, berikut daftar obat penyubur kandungan yang sering diresepkan untuk membantu terjadinya kehamilan.

1. Clomid atau Serophen

Clomid (clomiphene citrat) umumnya diresepkan oleh dokter untuk wanita yang mengalami masalah pada proses ovulasinya. Obat ini menyebabkan kelenjar piturai dan hipotalamus yang terletak di otak melepaskan hormon GnRH (hormon pelepas gonadotropin), LH (hormon luteinizing) serta FSH (hormon perangsang folikel).  Hormon ini akan menstimulasi ovarium untuk menghasilkan sel telur.

Cara penggunaan:

Dosis awal Clomiphene umumnya 50 mg per hari selama sekitar 5 hari, harus diminum pertama kali pada hari ketiga, keempat atau kelima setelah menstruasi pertama dimulai. Biasanya ovulasi akan terjadi setelah 7 hari mengonsumsi obat penyubur kandungan ini.

Jika ovulasi masih juga belum terjadi, dokter biasanya akan meningkatkan dosisnya menjadi 50 mg perhari selama sebulan. Namun, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi Clomiphene selama lebih dari enam bulan.

Jika selama enam bulan itu tidak terjadi kehamilan, dokter akan mengganti dengan obat jenis lain. Keberhasilan penggunaan obat jenis ini cukup tinggi, sekitar 60% – 80% penggunanya sukses mengalami kehamilan.

Selain menggunakan obat penyubur kandungan, wanita yang ingin hamil harus juga menjaga hubungan suami istri selama periode ovulasi, agar pembuahan segera terjadi. Untuk memastikan waktunya ovulasi dapat dipantau menggunakan ultrasound, urin kits atau tes darah.

Efek Samping:

Seperti halnya kebanyakan obat penyubur kandungan, Clomid juga meningkatkan peluang kehamilan ganda. Dengan kata lain, penggunaan Clomiphene akan meningkatkan kemungkinan kehamilan anak kembar.

Sekitar 10% dari kehamilan yang menggunakan Clomiphene menghasilkan bayi kembar. Namun, angka keguguran juga tinggi pada penggunaan obat ini – sekitar 25%, sementara tingkat keguguran normal umumnya hanya sekitar 15%. Baca juga: Cara Cepat Hamil Lagi Setelah Keguguran

Selain itu, efek samping lain yang ringan seperti mual, kembung, penglihatan kabur mungkin juga terjadi. Jenis obat penguat kandungan ini telah digunakan oleh puluhan ribu wanita selama beberapa dekade terakhir dan dianggap relatif aman dan efektif dalam mengatasi masalah kesuburan.

2. Gonadotropin

Jika seorang wanita sudah mencoba menggunakan pil kesuburan Clomiphene namun tubuhnya tidak merespon dengan baik, gonadotrpin mungkin bisa jadi pilihan lain. Jika seorang wanita tidak dapat berovulasi karena kurangnya produksi hormon FSH dan LH, dokter biasanyanya akan meresepkan gonadotropin untuk membantu proses ovulasi.

Selain itu, obat ini juga digunakan pada proses bayi tabung dan inseminasi intrauterin sebagai stimulus terbentuknya sel telur.

Gonadotropin bekerja dengan cara merangsang ovarium untuk menghasilkan beberapa sel telur, yang pada kondisi alamiahnya hanya memproduksi satu sel telur per bulannya. Gonadotropin disuntikkan ke otot atau kulit wanita yang ingin hamil. Pemberian injeksi ini dilakukan setiap hari setelah hari kedua atau ketiga periode menstruasi.

Umumnya pemberian gonadotropin akan dilakukan 7 – 12 hari, jika ovarium dirasa kurang merespon pengobatan ini dokter biasanya akan menaikkan dosisnya atau menambah harinya.

Setelah beberapa hari mendapatkan suntikan, folikel ovarium akan dimonitor menggunakan ultrasound dan tes darah. Ketika folikelnya membesar maka pemberian injeksinya dihentikan kemudian diganti dengan hCG (disebut suntikan pemicu untuk memicu pelepasan sel telur). Setelah suntikan pemicu dilakukan, perlu dilakukan hubungan seksual agar kehamilan terjadi.

Efek samping:

Seperti halnya penggunaan obat penyubur kandungan lainnya, gonadotropin juga menyebabkan peningkatan risiko kehamilan kembar. Sekitar 30% pengguna gonadotropin mengalami kehamilan kembar.

Selain itu, penggunaan gonadotropin juga akan meningkatkan kemungkinan terkena ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS ini merupakan kondisi dimana terjadi pembengkakan ovarium dan terjadi penumpukan cairan di perut, paru-paru dan jantung.

Hal ini biasanya akan menyebabkan kenaikan berat badan, mual, serta diare. Tanda lainnya seperti perubahan bentuk payudara, perut kembung, ruam dan bengkak pada daerah bekas suntikan serta perubahan mood.

3. Letrozole

Letrozol merupakan obat jenis aromatase inhibitor, cara kerjanya memicu pelepasan hormon FSH sehingga merangsang pertumbuhan folikel ovarium. Cara kerja obat ini mirip dengan Clomiphene yang sudah dijelaskan di awal.

Namun, karena obat ini merupakan obat penguat kesuburan yang masih baru sehingga dianggap masih kurang dapat diandalkan dibanding Clomiphene. Padahal, obat ini juga punya kelebihan yaitu tidak menyebabkan pengeringan lapisan lendir rahim yang biasanya akan menyebabkan keguguran.

4. Vitamin B6

Vitamin B6 diketahui sangat berkaitan dengan tingkat kesuburan wanita. Hal ini karena vitamin B6 berfungsi sebagai pengatur fase luteal wanita, dimana fase ini merupakan lamanya waktu dari terjadinya ovulasi hingga mens hari pertama.

Fase luteal normal biasanya terjadi selama 14 hari. Jika fase ini terlalu pendek, sekitar 10 hari saja, maka rahim akan kesulitan mempertahankan kehamilan. Sebaliknya jika fase lutealnya terlalu lama, sekitar 20 hari, maka seseorang akan cenderung mengalami keguguran meskipun sudah terjadi kehamilan. Dengan demikian fase luteal yang tepat sangat membantu dalam proses kehamilan.

Selain vitamin B6, beberapa makanan sehat lainnya juga dikenal dapat membantu menguatkan kandungan, selangkapnya bisa Anda baca disini: Makanan Penguat Kandungan.

5. Vitex

Vitex atau Chasteberry merupakan obat herbal tradisional yang sangat membantu untuk menyeimbangkan hormon pada wanita dan telah terbukti dapat memperpanjang fase luteal yang pendek. Fungsi Vitex lainnya adalah untuk membantu mencegah keguguran, merangsang pembentukan korpus luteum, serta mengatasi amenore (tidak terjadinya menstruasi).

6. Ovulex

Ovulex merupakan salah satu obat penyubur kandungan yang biasa digunakan. Dosis dan kandungan obat ini dimaksimalkan untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Ovulex dianggap sebagai alternatif yang cukup efektif sebagai vitamin penambah kesuburan. Bahan herbal berkhasiat yang dikandung ovulex terbukti dapat memperpanjang fase luteal wanita yang pendek, memperkuat dinding rahim, dan membantu mencegah keguguran dini.

7. Daun Raspberry Merah

Daun raspberry merah merupakan bahan herbal yang efektif dalam membantu memaksimalkan fungsi rahim. Kondisi rahim yang sehat dan berfungsi optimal tentunya akan sangat membantu dalam proses kehamilan dan mengurangi risiko keguguran.

Bahan herbal ini dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet atau bisa diseduh seperti teh. Selain menggunakan daun alaminya langsung, beberapa merek dengan kandungan daun herbal ini juga sudah tersedia di pasaran.

Ingat!  Anda tidak dapat menggunakan obat penyubur kandungan di atas atas keinginan sendiri. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang tepat dan juga masalah-masalah lain terkait kesuburan.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer