Penyebab dan Cara Mengurangi Flek Coklat Saat Hamil Muda

Perempuan hamil (apalagi yang baru pertama kali) mungkin bingung dan cemas ketika mendapati munculnya flek coklat saat hamil muda. Lantas sebenarnya normal atau tidak sih flek coklat saat hamil muda itu?

Faktanya, flek coklat bisa muncul kapan saja selama kehamilan, jadi bukan di awal saja. Berikut beberapa alasan paling umum mengapa timbul flek coklat selama kehamilan:

  • Trisemester pertama (minggu 1-12) – akibat implantasi, atau kondisi serviks yang sedang sensitif. Tapi kalau pendarahannya terus-menerus dan banyak, maka segera temui dokter.
  • Trisemester 2 (minggu 13-28) – disebabkan iritasi pada serviks, pemeriksaan kehamilan rutin, atau hubungan intim. Selain itu, infeksi jamur atau penyakit menular seksual juga bisa jadi pemicunya.
  • Trisemester 3 (minggu 29-40) – alasannya sama seperti pada trisemester ke-2 tadi. Namun pertanda mau melahirkan juga bisa jadi alasannya. Flek muncul ketika lendir darah (mucus plug) yang berfungsi melindungi janin keluar dari tubuh.

flek coklat saat hamil muda

Penyebab Flek Coklat Saat Hamil Muda

Meski kebanyakan penyebab flek coklat saat hamil muda tak perlu dikhawatirkan, namun ada pula yang serius dan berbahaya. Untuk lebih detilnya, mari simak penyebab detil flek coklat saat hamil muda berikut:

1. Iritasi serviks

Sewaktu mengandung, meningkatnya jumlah darah dalam tubuh membuat serviks lebih sensitif sehingga gampang sekali berdarah. Oleh karenanya, berbagai hal seperti hubungan intim, pemeriksaan rutin, atau infeksi bisa membuatnya iritasi.

2. Keguguran

Flek coklat saat hamil muda juga dapat disebabkan karena keguguran. Darah yang dikeluarkan umumnya sudah berada cukup lama dalam sistem reproduksi. Gejala keguguran lainnya adalah kram, pendarahan deras warna merah terang, dan sakit perut maupun punggung bawah.

3. Implantasi

Sekitar minggu ke-4, bunda mungkin menjumpai timbulnya bercak darah disertai gejala kehamilan lain. Bercak tersebut muncul karena embrio sedang mengimplantasikan dirinya di dinding rahim sehingga terjadilah pendarahan ringan.

4. Missed abortion

Missed abortion merupakan kondisi dimana janin mati sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Akan tetapi bukannya langsung keluar dari serviks, janin tersebut malah tetap di dalamnya selama lebih dari 8 minggu. Begitu keluar dari tubuh, itulah yang menyebabkan timbulnya flek coklat.

5. Kehamilan molar (hamil anggur)

Bila tumbuh jaringan abnormal yang mirip janin dalam rahim, itu bisa disalahartikan sebagai kehamilan. Kondisi ini sebaiknya segera ditangani agar tak berkembang menjadi kanker.

6. Kehamilan ektopik (di luar rahim)

Kehamilan ektopik terjadi ketika embrio mengimplantasikan dirinya di saluran tuba falopi dan bukannya rahim. Pendarahan yang terjadi di saluran tersebutlah yang memicu keluarnya flek coklat. Karenanya, segeralah pergi ke UGD bila mengalami gejala:

  • Pusing.
  • Nyeri bahu.
  • Pingsan.
  • Nyeri perut/ panggul (di salah satu sisi tubuh) yang kambuh-kambuhan.

Baca juga: Kehamilan ektopik gejala, penyebab dan penanganannya.

7. Polip serviks

Pertumbuhan benjolan kecil yang sifatnya abnormal di permukaan serviks umumnya disebabkan naiknya kadar estrogen. Selain flek, gejala lain dari tumbuhnya polip adalah sakit perut dan rasa tidak nyaman.

8. Kelainan plasenta

Kelainan plasenta ada beberapa jenisnya, di antaranya plasenta previa dan abrupsio. Keduanya mampu memicu flek coklat. Perbedaannya adalah jenis previa tidak menimbulkan rasa sakit seperti plasenta abrupsio.

9. HPV (kelamin)

Penyebab flek coklat saat hamil muda lainnya adalah HPV genital, disebabkan karena meningkatnya kadar estrogen dan aliran darah ke area tersebut.

10. Infeksi, termasuk penyakit menular seksual

Infeksi vagina atau serviks juga mampu memicu timbulnya flek coklat. Umumnya kondisi ini dibarengi gejala lain seperti vagina perih, gatal, serta mengeluarkan bau tak sedap.

Cara Menghentikan Keluarnya Flek Coklat saat Hamil Muda

Coba terapkan beberapa tips berikut jika muncul flek coklat, agar supaya bunda dan janin tetap sehat.

1. Batasi aktivitas fisik

Memang baik untuk aktif berolahraga ketika hamil. Namun kalau keluar bercak doklat, maka hentikan dan bila mungkin berhentilah bekerja.

2. Banyak istirahat

Perbanyak waktu istirahat, baik itu di rumah maupun kantor.

3. Hindari mengangkat benda berat

Benda yang bobotnya melebihi 5 kg sudah tergolong berat untuk ibu hamil. Keseringan mengangkat benda berat sewaktu hamil muda berpotensi memicu keluarnya flek.

4. Angkat kaki

Sering-sering mengangkat atau menyanggah kaki, khususnya ketika duduk, terbukti efektif melancarkan sirkulasi sehingga flek dapat berkurang.

5. Jaga kebersihan organ keintiman

Pastikan alat kelamin bersih dan kering. Saat membersihkan, gunakan air dan sabun yang bebas tambahan pewangi.

Jenis flek coklat selama hamil

Ditinjau dari warna maupun konsistensinya, flek coklat dapat mencerminkan penyebabnya.

  • Coklat muda – implantasi dan infeksi penyakit menular seksual (gonore, klamidia, dan kutu kemaluan).
  • Coklat pink  – iritasi serviks, keguguran, dan kehamilan ektopik.
  • Coklat gelap – keguguran dan kehamilan ektopik.
  • Coklat pekat/ kental – infeksi jamur.
  • Coklat kehitaman  – keguguran, infeksi vagina, rahim atau serviks.
  • Coklat berair – hamil anggur.
  • Coklat kekuningan – infeksi jamur atau bakteri.
  • Mengandung serabut – darah yang terpendam lama dalam organ reproduksi.

Saatnya periksa ke dokter

Kesimpulannya, tak perlu panik kalau muncul flek coklat saat hamil muda karena hal ini biasanya normal. Akan tetapi karena flek juga bisa disebabkan infeksi, segera periksa ke dokter jika muncul keanehan di bawah ini:

  • Fleknya banyak (ketika implantasi).
  • Muncul terus hingga lebih dari seminggu (setelah berhubungan intim).
  • Timbul aroma tak sedap atau vagina terasa gatal.
  • Sakit perut atau flek mengandung jaringan/ gumpalan (pertanda missed abortion).
  • Fleknya disertai kram perut, aroma tak sedap, dan teksturnya juga berair.
  • Bercaknya disertai demam atau menggigil (pertanda infeksi rahim atau ginjal).
  • Fleknya diikuti kram, sakit, atau pusing (gejala kehamilan ektopik).
Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga