9 Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu

Apa artinya jika area kewanitaan sampai mengeluarkan keputihan berwarna putih susu? Apakah itu pertanda bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh?

Keputihan berwarna putih susu sebenarnya normal asalkan tidak disertai bau tak sedap. Selama siklus haid berlangsung, ada kalanya organ keintiman mengeluarkan cairan bening-berair. Konsistensi semacam ini muncul ketika hormon estrogen lebih mendominasi, pertanda bahwa ovulasi sedang berlangsung.

keputihan berwarna putih susu

Namun di lain waktu, konsistensi cairan organ keintiman bisa tampak seperti susu. Keputihan berwarna putih susu umumnya muncul ketika seorang perempuan sedang hamil atau meningkat hasrat seksualnya.

Keputihan berwarna putih susu (leukorea) merupakan kombinasi dari cairan (lendir) dan sel-sel tubuh. Fungsi cairan putih susu ini untuk melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Kadangkala leukorea yang muncul pada fase luteal (tahap dari siklus haid dimana hormon progesteron sedang meningkat) juga bisa tampak agak kekuningan.

Akan tetapi lain halnya jika keputihan berwarna putih susu disertai bau tak sedap. Biasanya infeksi bakteri atau jamur dapat mengubah keputihan berwarna putih susu menjadi kuning, hijau, atau bahkan coklat. Pada beberapa kasus, tekstur keputihan berwarna putih susu dapat mengental (mirip keju cottage) jika ada infeksi dalam vagina. Tapi sekali lagi, cairan vagina ini baru dinyatakan abnormal kalau disertai bau tak sedap, gatal, sakit, serta bengkak pada bibir vagina (vulva).

Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu

Tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak apa penyebab keputihan warna putih susu – mulai dari yang normal hingga abnormal.

1. Ovulasi

Selama ovulasi, serviks menghasilkan cairan yang konsistensi maupun warnanya sangat mirip putih telur. Karena mampu membantu sperma mencapai sel telur, tekstur cairan semacam ini kerap dipakai sebagai tanda kalau seorang wanita sedang subur.

Akan tetapi menurut American Pregnancy Association, meningkatnya kadar estrogen juga dapat membuat vagina mengeluarkan cairan putih susu, yang mana baik juga untuk membantu proses pembuahan sperma terhadap sel telur. Jadi bila Anda menjumpai munculnya keputihan berwarna putih susu sekitar 12-14 hari sebelum haid, maka itu tandanya ovulasi sedang berlangsung.

2. Kehamilan

Ciri-ciri awal kehamilan adalah keluarnya cairan putih susu akibat menebalnya dinding vagina. Pada waktu itu, Anda mungkin juga mendapati adanya bercak darah di luar waktu haid, serta kram implantasi yang seringkali disalah-mengerti sebagai nyeri datang bulan.

Leukorea yang muncul selama kehamilan ini normal. Umumnya, mulai ada pada trisemester ke-2 dan konsistensinya semakin pekat sepanjang kehamilan untuk melindungi vagina dari infeksi.

Baca juga: Penyebab Keputihan Saat Hamil.

3. Stres

Penyebab lain keluarnya cairan putih susu adalah karena stres. Walau kaitan keduanya masih belum jelas, namun para ahli menduga stres mampu meningkatkan produksi cairan putih vagina. Hal ini masuk akal mengingat stres merangsang produksi hormon yang berpengaruh pada sistem imun serta siklus haid. Bila disatukan, semua faktor ini berdampak pada keseimbangan bakteri di organ keintiman sehingga muncullah keputihan berwarna putih susu.

4. Menopause

Keputihan berwarna putih susu juga merupakan salah satu gejala perimenopause (masa sebelum menopause). Pada masa ini, perubahan kadar hormon dalam tubuh membuat siklus haid jadi tidak teratur.

5. Siklus haid

Adalah wajar bila cairan putih susu keluar sebelum atau setelah mens. Alasannya ya karena perubahan hormon tadi.

6. Dampak penggunaan kontrasepsi

Alat kontrasepsi khususnya yang memengaruhi kadar hormon dalam tubuh juga bisa meningkatkan jumlah cairan yang keluar dari vagina.

7. Hubungan intim

Keluarnya cairan putih susu dari vagina setelah berhubungan intim bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:

  • Pelumas vagina – ketika terangsang, tubuh wanita terkadang mengeluarkan cairan bertekstur creamy untuk membantu melumasi vagina. Pada kebanyakan kasus, memang konsistensi cairannya bening dan berair. Tubuh biasanya tetap menghasilkan cairan ini setelah hubungan intim selesai.
  • Lendir serviks  – membantu proses pembuahan
  • Ejakulasi sperma – jika hubungan intim dilakukan tanpa kondom, maka Anda mungkin dapat melihat cairan mani yang teksturnya creamy dan terkadang  kental sehingga sering disalahartikan sebagai cairan vagina.

8. Infeksi jamur

Sekarang kita sampai pada penyebab keputihan berwarna putih susu yang sifatnya abnormal. Dalam hal ini, kalau ciri-ciri cairan vaginanya putih dengan tekstur menggumpal seperti krim dan tanpa disertai bau, maka penyebabnya adalah jamur Candida.

Infeksi jamur umumnya berkembang sebelum haid berlangsung. Gejala lain infeksi Candidiasis adalah vagina gatal, perih, serta bengkak. Menurut ahli, berikut beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya jamur Candida dalam organ keintiman:

  • Antibiotik.
  • Naiknya kadar estrogen.
  • Diabetes.
  • Melemahnya sistem imun.
  • Overweight.

Guna mengatasinya bisa dengan cara alami seperti menggunakan:

  • Minyak kelapa (antijamur).
  • Cuka apel (kandungan asamnya mampu menyeimbangkan pH vagina dan mengurangi gatal).
  • Yogurt dengan probiotik (mengembalikan keseimbangan jumlah bakteri dalam tubuh dan menyembuhkan infeksi).

9. Infeksi bakteri

Terganggunya keseimbangan jumlah bakteri dalam organ keintiman bisa memicu vaginosis bakterialis (BV). Gejala BV antara lain seperti keluarnya cairan putih susu keabuan disertai bau amis, dan perih pada organ keintiman.

Penyebab BV sendiri bermacam-macam mulai dari terlalu bersih ketika membilas organ keintiman, pemakaian produk tertentu, atau gonta-ganti pasangan seksual. Untungnya, kasus BV ringan dapat disembuhkan sendiri di rumah. Coba gunakan:

  • Probiotik untuk meningkatkan kesehatan vagina
  • Tea tree oil untuk membunuh bakteri berbahaya
  • Minyak kelapa sebagai antibakteri

Terakhir, penyakit menular seksual gonore dan klamidia juga dapat menyebabkan keputihan berwarna putih susu disertai sensasi perih saat buang air kecil. Oleh sebab itu, jika keputihan warna putih susu disertai gejala lain seperti vagina perih atau sakit, segeralah periksakan diri ke dokter.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT