11 Penyebab Menstruasi Lama Tak Kunjung Berhenti

Fase menstruasi merupakan masa pendarahan pada wanita yang rutin terjadi setiap bulannya. Normalnya, menstruasi berlangsung tidak lebih dari 7 hari. Namun apa jadinya ketika menstruasi yang berlangsung lama? Banyak wanita merasa khawatir ketika mengalaminya. Mari kita bahas apa saja penyebab haid atau menstruasi lama yang lebih dari 7 hari.

Siklus menstruasi adalah rangkaian perubahan bulanan yang harus dicapai tubuh wanita dalam persiapan kemungkinan kehamilan. Setiap bulan, salah satu indung telur melepaskan sel telur – sebuah proses yang disebut ovulasi. Pada saat bersamaan, perubahan hormonal mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi, lapisan rahim akan luruh dan darah akan mengalir sebagai darah haid (periode menstruasi).

menstruasi lama

Berapa lama menstruasi berlangsung?

Menstruasi biasanya berlangsung tidak lebih dari 7 hari. Siklus menstruasi rata-rata untuk wanita dewasa berulang setiap 21 dan 35 hari. Gadis muda yang baru memasuki masa pubertas dan wanita yang menjelang menopause biasanya mengalami menstruasi dengan pola yang tidak teratur. Mungkin berlangsung lebih pendek atau lebih lama dari biasanya atau mungkin alirannya deras dan banyak atau sebaliknya.

Penyebab Menstruasi Lama (lebih dari 7 hari)

Terkadang periode menstruasi bisa berlangsung lebih lama dari biasanya, yang mungkin mengindikasikan ada yang salah dengan tubuh Anda. Kondisi ini dikenal sebagai menorrhagia.

Menstruasi berkepanjangan dapat mengindikasikan adanya ketidakseimbangan hormon atau perubahan pada rahim, yang tidak boleh diabaikan. Bergantung pada kondisinya, menstruasi lama bisa jadi merupakan kondisi yang dapat diatasi dengan mudah menggunakan hormon pengendalian kelahiran. Namun, bisa jadi disebabkan oleh penyakit tertentu yang memerlukan penanganan khusus.

Lebih lanjut, berikut beberapa penyebab menstruasi lama yang tak kunjung berhenti.

1. Pendarahan Uterus Disfungsional (DUB= Dysfunctional Uterine Bleeding)

Pendarahan uterus disfungsional dikenal sebagai pendarahan uterus yang abnormal, hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Dalam banyak kasus, kondisi ini mengindikasikan siklus anovulasi, yaitu suatu kondisi di mana ovarium tidak menghasilkan telur tapi ada pendarahan dari rahim. Kondisi ini biasa terjadi pada wanita usia subur (terutama 18 tahun sampai 35 tahun).

Biasanya, penyimpangan ini terjadi karena perubahan kadar hormon, terutama estrogen. Estrogen membantu membangun lapisan rahim, yang disebut endometrium, yang mana akan menjadi tempat menempelnya telur yang telah dibuahi atau menjadi luruh selama periode menstruasi.

2. Gangguan Pendarahan

Menstruasi lama akibat gangguan pendarahan biasanya terjadi pada anak perempuan usia remaja atau pubertas yang sejak awal haid mengalami gangguan ini. Dalam rangka menegakkan diagnosis, dokter akan merekomendasikan tes darah. Pada beberapa kasus, dokter bahkan menyarankan pemeriksaan ultrasound pada perut bagian bawah untuk mencari kemungkinan penyebab lain berupa perubahan pada rahim.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami menstruasi dengan durasi waktu yang lama di masa menarche (pertama haid), sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Jika gangguan pendarahan dikesampingkan, mungkin juga mengindikasikan kekurangan zat besi dan vitamin. Dalam kasus seperti itu, Anda mungkin juga memerlukan konseling dan resep multivitamin untuk memperbaiki kondisi kesehatan Anda.

3. Penyakit tiroid

Pendarahan menstruasi yang berkepanjangan bisa terjadi karena rendahnya kadar hormon tiroid dalam tubuh. Oleh karena itu, jika Anda memiliki hipotiroidisme atau menderita gangguan tiroid, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Cemati gejalanya di sini: Hipotiroid – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Untuk mendiagnosis penyakit tiroid, dokter mungkin merekomendasikan tes darah.

4. Hiperprolaktinemia

Hiperprolaktinemia adalah kondisi yang ditandai dengan kadar prolaktin yang tinggi. Prolaktin itu sendiri merupakan hormon yang dibutuhkan untuk perkembangan payudara selama kehamilan dan juga untuk mempersiapkan proses menyusui.

Hiperprolaktinemia biasa terjadi pada kehamilan, dan ini normal. Namun, jika Anda tidak hamil dan mengalami menstruasi lama, maka hubungilah dokter. Hiperprolaktinemia biasanya terjadi akibat stres, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan tumor.

5. Perimenopause

Menopause umumnya terjadi pada wanita usia 47 – 51 tahun. Namun, ada kemungkinan Anda menderita menopause dini atau perimenopause. Oleh karena itu, jika menstruasi berlangsung lama pada usia 40-45 tahun, mungkin kondisi tersebut mengindikasikan perimenopause. Apalagi jika Anda mengalami pendarahan pascamenopause (pendarahan setahun setelah menopause).

Jangan dibiarkan, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mungkin merekomendasikan biopsi endometrium untuk memeriksa kemungkinan adanya kanker.

6. Fibroid dan polip rahim

Penyebab lain menstruasi lama adalah fibroid rahim, yang merupakan pertumbuhan tumor uterus non kanker (jinak). Tumor uterus non kanker (jinak) ini muncul selama usia subur.

Beberapa wanita yang mengalaminya tidak merasakan gejala apapun, sementara beberapa lainnya mengalami gejala sebagai berikut:

  • Pendarahan berat.
  • Masa menstruasi yang berlangsung selama tujuh hari atau beberapa kali lebih banyak.
  • Nyeri dan tekanan panggul yang parah.
  • Sering buang air kecil dan sembelit.
  • Sakit kaki dan sakit punggung.

Di sisi lain, polip rahim adalah pertumbuhan berlebih dari sel-sel di lapisan endometrium, yang biasanya bersifat non-kanker. Selain itu, radang kronis pada serviks, yang dikenal sebagai erosi serviks, juga dapat menyebabkan menstruasi lama tak kunjung berhenti.

7. Adenomyosis

Jaringan yang melapisi rahim disebut jaringan endometrium yang letaknya ada dipermukaan, terkadang tumbuh ke dalam dinding otot rahim, menyebabkan kondisi yang disebut adenomiosis. Karena sifat endomtrium akan meluruh ketika menstruasi, maka endometrium yang telah masuk tadi menjadi berdarah dan ini akan memperlama pendarahan menstruasi Anda.

Agar kondisi ini tidak berkelanjutan, maka lakukan pemeriksaan ketika Anda mengalami:

  • Perdarahan berkepanjangan.
  • Pendarahan banyak dengan kram parah dan nyeri tajam saat menstruasi.
  • Kram menstruasi bertambah parah seiring bertambahnya usia.
  • Mengalami rasa sakit saat bersenggama.
  • Adanya bekuan pada darah haid Anda.

8. Endometrial Hyperplasia

Lapisan rahim, yang dikenal juga sebagai endometrium, biasanya tipis teksturnya, namun menjadi terlalu tebal karena berbagai alasan, termasuk kelebihan produksi estrogen tanpa cukup progesteron. Penebalan lapisan ini dikenal sebagai hiperplasia endometrium.

Jika Anda mengalaminya, maka akan merasakan gejala-gejala berikut ini:

  • Pendarahan berat selama menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Siklus menstruasi yang lebih pendek, biasanya lebih pendek dari 21 hari.
  • Pendarahan setelah menopause.

9. Polycystic Ovarian Syndrome

Ketidakseimbangan hormon pada wanita dapat menyebabkan kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang membuat wanita sulit hamil. Gejala yang paling umum adalah:

  • Menstruasi tak beraturan, pendarahan berat yang berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Tidak menstruasi sama sekali.
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah, punggung, dada, ibu jari dan perut  dengan rambut rontok dari kulit kepala.
  • Kulit berminyak dengan jerawat.
  • Masalah kesuburan, termasuk keguguran berulang dan ketidakmampuan untuk berovulasi.

10. Pil KB

Jika Anda menggunakan pil KB berbasis hormon, ini mungkin menjadi alasan di balik menstruasi yang lebih lama dari biasanya. Pil KB bisa mengubah durasi, frekuensi, dan tingkat aliran darah menstruasi. Terkadang, beralih antara merek satu dengan yang lainnya juga akan berdampak langsung pada siklus menstruasi dan pendarahan.

Hal terpenting adalah lakukan konsultasi dengan dokter. Jangan sekali-kali mengubah strategi kontrasepsi berdasarkan inisiatif Anda sendiri atau mengobati menstruasi berkepanjangan seperti yang teman Anda lakukan.

Ingat! Siklus menstruasi setiap wanita berbeda, dan serangkaian masalah medis dapat mempengaruhi lamanya menstruasi. Pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter sebelum bertindak.

Baca juga:

11. Kanker

Penyebab menstruasi lama yang terakhir yaitu penyakit kanker, khususnya kanker serviks. Pada kondisi ini menstruasi bisa berkepanjangan selama lebih dari seminggu, terutama pada wanita di kelompok usia 45 tahun keatas. Oleh karena itu, dokter mungkin merekomendasikan ultrasound (USG) dan pap smear untuk melihat kemungkinanan adanya kanker rahim dan serviks.

Waspadai penyakit mematikan ini, ketahui gejalanya:

Oleh karena itu, jika Anda memiliki menstruasi lama yang lebih dari seminggu, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk segera mendapatkan pemeriksaan yang penanganan. Dengan demikian, mudah-mudahan Anda terhindar dari penyakit kanker dan masalah ginekologi umum lainnya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer