5 Perbedaan Tanda Haid dan Tanda Hamil yang Mudah Terlihat

Banyak wanita mengalami kesulitan dalam membedakan apakah yang ia alami adalah tanda hamil ataukah tanda haid. Tak heran, karena tanda-tanda dan gejala awal kehamilan memang memiliki kemiripan dengan tanda mau haid; seperti perubahan mood, sakit punggung, sering buang air kecil, dan nyeri payudara.

Meskipun ada kemiripan, namun tanda kehamilan dan haid tersebut tetap memiliki perbedaan. Nah, perbedaan tanda hamil dan haid akan dibahas lengkap dalam artikel berikut ini.

perbedaan tanda hamil dan tanda haid

Haid (menstruasi) adalah proses perdarahan dari vagina yang terjadi secara berulang setiap bulannya, rata-rata 28 hari sekali. Siklus menstruasi ini dialami perempuan sejak menginjak usia pubertas dan berlangsung hingga menopause. Baca: Memahami 4 Fase Siklus Menstruasi Secara Berurutan

Darah haid yang keluar sejatinya adalah peluruhan lapisan permukaan rahim karena kehamilan tidak terjadi. Sebelum keluarnya darah haid, banyak wanita mengalami gejala-gejala mau haid seperti kram, kembung, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati.

Sekitar 20-30% wanita bahkan mengalami gejala dan tanda haid yang begitu berat, disebut PMS (premenstrual syndrome), gejalanya mencakup aspek psikologis dan fisik, seperti depresi, menangis, kelelahan, kembung, jerawatatan, nyeri payudara, dan perubahan nafsu makan termasuk mengidam makanan.

Apa kesamaan antara tanda hamil dan haid (PMS)?

Tanda-tanda dan gejala awal kehamilan memang memiliki kemiripan dengan gejala yang dialami wanita saat mendekati jadwal menstruasi. Bahkan, ketika hanya berpatokan dengan gejala berikut, maka tidak akan mungkin dapat membedakan keduanya:

  • Sakit kepala. Sakit kepala bisa menjadi gejala kehamilan, tetapi banyak wanita juga mengalami sakit kepala atau migrain sebelum haid biasa ataupun dengan PMS.
  • Nyeri punggung. Gejala ini dapat terjadi jika menstruasi semakin dekat, tetapi juga bisa menjadi tanda awal kehamilan.
  • Perubahan mood. Perubahan suasana hati umum terjadi baik pada PMS ataupun kehamilan awal. Perubahan ini dapat mencakup depresi, kecemasan, lekas marah, dan mood tak menentu.
  • Konstipasi. Hormon progesteron dapat menyebabkan gangguan pencernaan termasuk sembelit. Karena kadar progesteron meningkat selama paruh kedua siklus menstruasi, konstipasi dapat terjadi pada wanita dengan PMS atau periode menstruasi yang mendekat. Demikian juga, perubahan hormonal pada kehamilan awal juga dapat menyebabkan konstipasi.
  • Sering buang air kecil. Sering buang air kecil menjadi tanda hamil dan menstruasi.
  • Nyeri payudara. Nyeri payudara, sensitif, atau membesar, dapat terjadi pada awal kehamilan juga sebelum menstruasi. Payudara mungkin terasa berat, perih, atau lebih sensitif.

Apa perbedaan antara tanda hamil dan haid?

Meskipun terdapat sejumlah kemiripan, di sisi lain perbedaannya dapat diamati dengan memperhatikan tanda dan gejala berikut ini:

  1. Bercak darah atau spotting. Spotting ringan (tidak sampai membasahi celana dalam) kadang-kadang terjadi sekitar waktu implantasi embrio ke rahim pada awal kehamilan. Ini dikenal sebagai pendarahan implantasi. Bercak darah ini tidak sama dengan pendarahan yang banyak pada awal haid. Lebih lanjut, baca: Ciri-Ciri Flek Tanda Hamil dan Bedanya dengan Darah Haid
  2. Kelelahan. Kelelahan umum terjadi pada wanita pada tahap awal kehamilan, tetapi juga terjadi sebagai tanda PMS pada banyak wanita. Namun, kelelahan PMS umumnya hilang begitu darah haid keluar.
  3. Mengidam makanan / keengganan. Banyak wanita mengidam makanan atau nafsu makan meningkat sebelum menstruasi. Mengidam makanan dan keengganan juga khas pada kehamilan, meskipun mengidam makanan pada kehamilan sering lebih spesifik dan intens daripada saat PMS atau sebelum menstruasi.
  4. Mual dan atau muntah. Mual dan muntah lebih sering terjadi pada kehamilan awal dan jarang pada PMS atau jadwal mens yang semakin dekat.
  5. Kram. Kram perut serta rasa sakit terjadi pada banyak wanita sebelum, atau bahkan selama periode menstruasinya. Gejala-gejala ini sering sangat merepotkan bagi wanita dengan PMS. Namun, beberapa wanita biasanya hanya mengalami kram ringan pada tahap awal kehamilan.

Gejala-gejala tertentu lebih khas pada kehamilan awal, dan kurang mungkin terjadi karena mau haid atau PMS. Berikut tanda khas kehamilan:

  • Tidak menstruasi. Tidak adanya menstruasi adalah tanda utama kehamilan.
  • Perdarahan implantasi dan kram. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, selama awal kehamilan beberapa wanita mengalami perdarahan ringan disertai kram pada saat implantasi embrio di rahim. Ini sangat berbeda dengan aliran darah menstruasi biasa.
  • Keputihan. Peningkatan produksi estrogen pada kehamilan dapat menyebabkan peningkatan cairan vagina berwarna putih susu. Baca: Seperti Inilah Perbedaan Keputihan Mau Haid dan Hamil
  • Gelapnya areola atau puting. Puting susu terlihat lebih gelap dan membesar sejak satu atau dua minggu setelah pembuahan. Artinya ini menjadi tanda awal kehamilan, bukan tanda haid ataupun PMS.

Perbedaan tanda hamil dan haid di atas dapat dirasakan sebelum jadwal haid terlewati. Nah, jika jadwal haid terlampau dan hingga saat ini Anda belum menstruasi, maka lakukanlah tes kehamilan. Hasil positif menandakan kemungkinan hamil.

DISKUSI TERKAIT