Posisi Tidur Paling Aman untuk Ibu Hamil 7 Bulan Ke Atas

Wah akhirnya, sampai juga bunda di trimester ketiga kehamilan. Selamat ya! Tak lama lagi masa persalinan akan tiba, dan suasana rumah bakal jadi lebih ramai berkat kehadiran si kecil. Menginjak usia kehamilan 7 bulan ini, tubuh bunda akan mengalami perubahan besar, dan itu mungkin akan membuat momen tidur kurang nyaman, apalagi kalau ini adalah kehamilan yang pertama.

Salah satu hal penting yang perlu bunda perhatikan pada trimester terakhir ini adalah posisi tidur. Mengingat semakin besarnya perut, maka posisi tidur ibu hamil 7 bulan ke atas akan berbeda dibanding 2 trimester sebelumnya.

posisi tidur ibu hamil 7 bulan

Posisi tidur ibu hamil 7, 8, dan 9 bulan ini adalah yang paling menantang. Oleh karenanya, berikut ini kami bagikan beberapa informasi mengenai posisi tidur ibu hamil 7 bulan yang tak cuma aman bagi ibu dan janin, namun juga membuat tidur lebih nyaman.

Bagaimana posisi tidur ibu hamil 7 bulan yang Aman?

Banyak pihak meyakini kalau selama kehamilan, tidur menghadap samping kiri adalah yang terbaik. Posisi ini tak cuma melancarkan peredaran darah dan nutrisi ke bayi, namun juga bisa meredakan berbagai gejala kehamilan yang mengganggu. Lain halnya dengan tidur terlentang yang bisa membuat ibu hamil mudah lelah, mual, serta mengganggu kelancaran peredaran darah maupun nutrisi ke janin.

Bila tak terbiasa tidur menghadap ke samping kiri, ada baiknya ibu mulai membiasakan diri sedini mungkin. Jika mungkin berlatihlah tidur dalam posisi ini sebelum hamil. Namun kalaupun tetap sulit untuk beradaptasi dan tidur dengan posisi miring ke kiri ini, maka tak mengapa kalau ibu tidur menghadap ke kanan. Yang penting hindari posisi tidur telungkup, tengkurap dan terlentang.

( ! ) Posisi terbaik untuk ibu hamil 7 bulan ke atas adalah miring ke samping kiri.

Mengenai posisi tidur untuk ibu hamil di usia kehamilan lainnya, bisa membaca artikel berikut: Posisi Tidur Ibu Hamil Terbaik Dari Bulan Ke Bulan

Gangguan tidur apa saja yang dialami ibu hamil 7 bulan ke atas?

Di samping perut yang kian membesar, usia kehamilan 7 bulan ke atas juga membuat ibu mengalami mimpi sadar (mimpi yang rasanya nyata), gatal, serta ketidaknyamanan akibat intensitas pergerakan bayi yang meningkat. Permasalahan lain yang mungkin juga bakal dialami ibu hamil 7 bulan ke atas adalah:

Meningkatnya frekuensi buang air kecil

Hal ini dikarenakan pertumbuhan bayi dalam kandungan menekan kandung kemih sehingga kapasitas penampungannya jadi menurun. Karenanya, hindari minum kafein karena sifatnya yang diuretik, dan jangan sesekali tergoda untuk mengurangi konsumsi air. Tubuh tetap perlu terhidrasi agar ibu dan janin sehat.

Terbangun di malam hari

Meski berbagai hasil studi mengatakan hal ini wajar terjadi selama kehamilan, namun hasil studi “Sleep Disturbances During Pregnancy” oleh Dr.Mindell dan Dr.Barry J. Jacobson mengatakan kalau pada trisemester terakhir, 97,3% wanita terbangun lebih dari 3 kali setiap malam. Tentunya ini bisa mengganggu siklus tidur.

Mendengkur

Banyak ibu hamil mulai mendengkur karena jalan pernafasan terhambat akibat besarnya kandungan yang menekan diafragma. Yang memprihatinkan soal ini adalah, mendengkur bisa memicu tekanan darah tinggi sehingga membahayakan keselamatan ibu dan janin. Bahkan bila jalan nafas benar-benar terhambat, maka bukan tidak mungkin kalau ibu hamil mengalami sleep apnea (gejalanya biasanya mendengkur dengan keras dan nafas berhenti saat tidur).

Ibu hamil juga harus memperhatikan benar gejala mendengkur ini, apalagi kalau itu juga dibarengi dengan kurang tidur, sakit kepala, dan kaki bengkak. Studi terkini mendapati bahwa ibu hamil yang sering mendengkur saat tidur beresiko 2 kali lebih besar mengalami hipertensi, preklampsia, dan pertumbuhan janin terhambat dibanding yang tidak mendengkur.

Itulah mengapa memperhatikan posisi tidur pada kehamilan sangatlah penting, posisi miring adalah solusi terbaik agar ibu hamil tidak mendengkur saat tidur.

Sakit punggung

Sudah bukan rahasia kalau ibu hamil mengalami sakit punggung bawah selama kehamilan dan kebanyakan mengklaim kalau itu juga mengganggu kenyamanan ketika tidur. Para ahli pun mendapati kalau rasa sakit tersebut muncul karena otot ligamen di antara tulang panggul sensitif, dan sendinya mengendur sebagai persiapan masa persalinan nanti.

Untuk mengatasinya, ibu bisa pergi ke spa atau pijat khusus bumil. Hindari mengangkat apapun, mintalah bantuan orang lain ketika hendak mengangkat benda. Baca juga: Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil Tanpa Obat

Kaki kram dan sindrom kaki gelisah

Hasil poling yang dilakukan National Sleep Foundation mendapati kalau 15% ibu hamil mengalami sindrom kaki gelisah selama trisemester ketiga. Gejala yang muncul meliputi sensasi tidak nyaman di kaki, betis, dan paha. Menggerakkan kaki bisa menghentikan gejalanya sementara waktu, namun kambuh lagi kalau kaki dalam keadaan diam.

Sindrom kaki gelisah disinyalir akibat kekurangan zat besi atau asam folat sebelum hamil. Oleh karenanya, bagi yang berencana untuk hamil perbanyaklah asupan kedua nutrisi ini.

Lain halnya dengan kaki kram yang dipercaya disebabkan oleh kadar fosfor berlebih dan kurang lancarnya peredaran kalsium dalam sistem peredaran darah. Solusinya, hindari minuman soda berkarbonasi maupun alkohol. Ibu juga bisa meluruskan kaki dan menegakkan telapaknya sehingga jari kaki mengarah ke atas. Lakukan sebelum tidur beberapa kali untuk mencegah kaki kram.

Heartburn

Selain memperhatikan posisi tidur, kondisi naiknya asam lambung ini dapat diminimalisir dengan menghindari gorengan, makanan berlemak, pedas, atau yang banyak bumbunya. Pastikan pula untuk duduk saat makan, dan jangan makan menjelang jam tidur. Penjelasan lengkapnya disini: Ciri-ciri Asam Lambung Naik (Gejala GERD)

Tips supaya tidur tetap nyenyak saat hamil sudah 7 bulan

Walau beberapa kondisi di atas sifatnya sementara karena terjadi pada trimester terakhir, namun ibu bisa mengakalinya agar tidur tetap nyenyak. Coba ikuti beberapa tips mudah berikut untuk menghindari posisi tidur yang salah selama trimester ketiga:

  1. Gunakan bantal yang pas agar posisi tidur di atas lebih nyaman. Jika memungkinkan, belilah bantal khusus kehamilan.
  2. Tidurlah dengan posisi menyamping ke kiri dan letakkan bantal kecil di antara kaki, serta belakang punggung untuk menopang tubuh.
  3. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, pilih bahan katun yang breathable supaya tidur lebih nyaman.
  4. Berbaring di atas ranjang dirasa kurang nyaman bagi beberapa ibu hamil. Jika ibu juga merasa demikian, maka tak mengapa kalau ingin tidur menggunakan kursi malas atau sofa.
  5. Saat malam, konsumsilah makanan ringan saja. Hindari makanan pedas karena bisa memicu heartburn (sensasi perut terbakar atau kepanasan) yang biasanya kambuh saat malam.
  6. Lakukan olahraga ringan seperti berenang, jalan, atau yoga agar ibu lebih rileks dan peredaran oksigen dalam tubuh lancar sehingga tidur lebih nyenyak.
  7. Sekitar 15 menit sebelum tidur, jauhkan semua hal yang bisa mengganggu, lalu tenangkan pikiran. Tetaplah berpikir positif supaya ibu bisa lekas terlelap.
  8. Jika tak bisa tidur, jangan paksakan diri tetap di atas ranjang. Bangunlah dan bacalah buku atau mandilah air hangat.

Sekarang saya sudah tahu posisi tidur yang baik untuk ibu hamil 7 bulan ke atas. Lantas, bagaimana kalau saya terbangun dan mendapati posisi tidur sudah berubah? Jangan khawatir soal ini. Alasan ibu hamil tiba-tiba terbangun bisa jadi kalau tubuh sedang ‘mengingatkan’ untuk mengganti posisi atau saatnya buang air kecil lagi.

Terakhir, apakah kurang tidur akan membahayakan si kecil? Tidak. Kurang tidur merupakan hal yang umum terjadi pada trimester akhir kehamilan, namun ini takkan membahayakan si kecil. Namun kondisi ini bisa membuat ibu hamil kelelahan.

Di samping itu, kurang tidur akut di beberapa minggu terakhir kehamilan bisa menyebabkan proses persalinan lebih lama sehingga meningkatkan risiko melahirkan secara caesar. Oleh karenanya, dengarkan tubuh dan beristirahatlah kapanpun ibu bisa. Jika tak bisa tidur saat malam, maka tak mengapa untuk melakukannya di siang hari.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer