8 Tanda Ovulasi Berhasil Dibuahi (Tanda Awal Kehamilan)

Bagi pasangan yang sedang berusaha mendapatkan momongan, munculnya tanda ovulasi berhasil dibuahi sebagai gejala awal kehamilan tentulah sangat dinanti-nantikan. Tanda tersebut menunjukkan bahwa sel telur yang dibuahi melakukan implantasi atau penanaman pada rahim.

tanda ovulasi berhasil dibuahi

Setiap bulannya, dalam organ reproduksi wanita terjadi proses ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) dan ini biasanya terjadi 2 minggu sebelum hari pertama haid berikutnya. Ketika seorang wanita sedang ovulasi atau berada pada masa subur, maka umumnya ia akan mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri ringan di salah satu sisi panggul.
  • Payudara nyeri atau sensitif.
  • Perut terasa bengkak atau kembung.
  • Meningkatnya hasrat bercinta.
  • Keputihan bertambah.
  • Tekstur cairan vagina lebih licin (basah).

Seperti dijelaskan secara rinci disini: 12 Ciri-ciri Masa Subur pada Wanita

Setelah ovulasi terjadi, sel telur yang tidak dibuahi biasanya akan ikut luruh bersamaan dengan lapisan dinding rahim dalam bentuk darah haid. Sebaliknya, jika sel telur tersebut berhasil dibuahi, maka yang terjadi selanjutnya adalah proses implantasi (sel telur menanamkan diri di dinding rahim).

Proses pembuahan sendiri sebenarnya dapat terjadi sehari atau beberapa hari setelah hubungan intim. Hal ini dikarenakan sperma mampu bertahan hidup hingga 7 hari dalam tubuh wanita. Sementara untuk proses implantasinya, rata-rata baru terjadi 10-14 hari setelah pembuahan.

Proses implantasi inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala awal kehamilan pada sebagian wanita – sebab ada juga wanita yang tidak mengalami gejala apapun. Berikut ini beberapa tanda ovulasi berhasil dibuahi yang paling sering muncul:

1. Pendarahan implantasi

Pendarahan implantasi merupakan tanda ovulasi berhasil dibuahi yang paling akurat. Sayangnya, hanya 1 dari 3 wanita yang mengalaminya. Faktanya, banyak wanita gagal menyadari bahwa pendarahan yang mereka alami adalah akibat implantasi dan bukannya darah haid.

Untungnya ada perbedaan antara darah haid dengan hasil implantasi. Darah haid umumnya merah terang, mengalir terus, dan terkadang mengandung gumpalan. Tapi darah implantasi lain lagi, warnanya cenderung pink muda atau bahkan kecoklatan. Volumenya tak banyak dan keluarnya pun tak seintens darah haid, hanya berupa bercak darah saja.

Di samping itu, darah implantasi terkadang bisa keluar, tapi bisa juga tidak. Yang lebih utama lagi, darah implantasi tidak mengandung gumpalan. Umumnya darah ini keluar dalam hitungan jam hingga maksimal 4 hari saja.

Lebih jelasnya baca:

2. Kram implantasi

Tanda ovulasi berhasil dibuahi berikutnya yang juga lazim dialami sebagian wanita adalah kram implantasi. Kram ini memang menyerupai nyeri haid, hanya saja intensitasnya lebih ringan sehingga tak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, kram implantasi rata-rata juga muncul sebentar saja. Rata-rata wanita hanya merasakan kram ini selama 5 menit saja (berbeda dengan kram haid yang cenderung lebih lama dan menyakitkan).

Namun demikian, bagi Anda yang mengalami kram parah, ada baiknya segera periksa ke dokter guna mengidentifikasi penyebabnya.

3. Payudara sensitif

Segera setelah implantasi, tubuh ibu hamil mulai berubah. Perubahan hormon ini terjadi sangat cepat, dan salah satu gejalanya adalah payudara sensitif atau mudah nyeri.

Payudara memang bisa mulai terasa sakit pada beberapa hari setelah pembuahan, namun kebanyakan justru mengalaminya dalam 7 hari setelah ovulasi. Jika Anda mengalaminya, lakukan tes kehamilan untuk memastikannya.

4. Meningkatnya suhu basal tubuh

Tingginya suhu basal tubuh juga sering dipakai sebagai tanda ovulasi berhasil dibuahi. Karenanya, Anda yang berusaha hamil sebaiknya rutin mencatat suhu basal tubuh setiap pagi agar tahu kalau-kalau terjadi perubahan dramatis. Umumnya, penyebab naiknya suhu basal tubuh (37,4-37,5 ºC) ini karena tingginya kadar progesteron dalam tubuh.

5. Perubahan cairan serviks

Merupakan hal wajar kalau vagina mengeluarkan cairan, tapi konsistensi, warna, serta volumenya rata-rata berubah ketika sedang hamil. Umumnya cairan serviks perempuan hamil akan berwarna putih, lebih banyak, serta bertekstur licin.

Meningkatnya volume cairan serviks ini disebabkan karena bertambahnya aliran darah ke vagina. Kondisi ini seringkali menyebabkan celana dalam ibu hamil lebih basah dari biasanya.

6. Telat haid

Telat haid tentunya merupakan salah satu tanda kehamilan yang paling mudah diamati, khususnya bila siklus menstruasi selalu teratur setiap bulannya. Ya memang ada penyebab lain mengapa haid bisa terlambat atau berhenti sama sekali, seperti perubahan berat badan drastis hingga aktivitas olahraga yang berlebihan (biasanya pada atlet).

Tapi kalau ini terjadi di saat Anda sedang berusaha hamil, maka ada kemungkinan Anda memang sedang mengandung. Jadi lakukan tes kehamilan setelah telat haid karena hasilnya cenderung lebih akurat. Kalaupun hasilnya negatif, tunggu seminggu lagi dan lakukan tes ulang.

7. Sering buang air kecil

Tak seperti biasanya, belakangan Anda jadi sering sekali kebelet pipis. Wah, inipun ternyata merupakan salah satu tanda ovulasi berhasil dibuahi. Walau bukanlah indikator awal kehamilan, namun meningkatnya frekuensi buang air kecil yang dialami dalam beberapa minggu pertama merupakan tanda bahwa tubuh sedang mengalami perubahan besar-besaran.

Ya pada saat ini tubuh memang sedang menyediakan ruang untuk tumbuh-kembang janin. Ketika janin mulai terbentuk – bahkan bila ukurannya hanya sebesar kacang polong saja – itu akan menekan kandung kemih. Tekanan inilah yang membuat ibu hamil jadi sering buang air kecil.

8. Perubahan selera atau nafsu makan

Di samping nafsu makan meningkat, selera ibu hamil rata-rata juga ikut berubah. Dulunya suka bakso, eh mendadak Anda jadi ‘alergi’ terhadap makanan favorit satu ini. Penyebabnya tak lain karena tubuh sedang memproduksi hormon berlebih dan inilah yang ‘memutarbalikkan’ indera perasa – membuat ibu hamil menyukai makanan yang dulunya dibenci, dan juga sebaliknya.

Tanda ovulasi berhasil dibuahi satu ini rata-rata muncul 7 hari atau lebih setelah ovulasi berakhir. Jika seorang perempuan masih mengalami ovulasi (masa subur), maka takkan terjadi yang namanya perubahan selera makan.

Nah, selain beberapa tanda ovulasi berhasil dibuahi tadi, tanda awal kehamilan lainnya juga meliputi mual, muntah, sakit kepala, hingga mudah lelah. Sekali lagi, bila mengalaminya, segeralah lakukan tes kehamilan atau periksakan diri ke dokter.

DISKUSI TERKAIT