Tips Agar Cepat Melahirkan Sebelum HPL

HPL (Hari Perkiraan Lahir) merupakan prediksi tanggal tentang kapan si kecil akan lahir ke dunia ini. Tapi faktanya, hanya 2-5% bayi saja yang benar-benar lahir sesuai tanggal tersebut. Sekitar 40% malah lahir 2 minggu setelahnya. Nah, untuk alasan tertentu, ada sebagian bunda yang ingin cepat melahirkan sebelum HPL.

tips cepat melahirkan sebelum HPL

Apakah aman melahirkan sebelum HPL?

Para ahli memang menyarankan agar ibu hamil menunggu hingga usia kehamilan masuk minggu ke-40 kalau ingin melahirkan. Alasannya adalah agar bayinya siap sehingga bisa keluar secara alami. Namun jika usia kandungan sudah 42 minggu dan belum ada tanda-tanda hendak melahirkan, maka mungkin ada masalah dengan bayi atau ibunya. Tentunya ini bisa menimbulkan keresahan dalam benak ibu hamil yang justru semakin memperlama waktu persalinan.

Untuk menghindari mundurnya tanggal persalinan, 50% ibu hamil biasanya menggunakan cara alami untuk induksi. Namun induksi persalinan dalam bentuk apapun, termasuk yang alamiah sekalipun, sebaiknya tidak dilakukan sebelum HPL.

Pertimbangkan keuntungan ketika si kecil dibiarkan lahir saat ia siap

Perlu bunda ketahui kalau selama kehamilan, si kecil sebenarnya sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan di luar rahim kelak. Ada keuntungan tersendiri  jika si kecil dibiarkan keluar dengan sendirinya, yaitu:

  • Lebih banyak waktu bagi paru-paru, otak, otot, dan kekuatannya agar lebih berkembang.
  • Risiko mengidap gula darah rendah, infeksi, atau penyakit kuning juga lebih rendah.
  • Sistem pernafasan lebih baik, tidak seperti bayi yang dipaksa lahir 2 minggu sebelum HPL biasanya berisiko 2 kali lebih besar mengalami komplikasi.
  • Lebih mudah disusui setelah lahir.

Tanyakan pada diri sendiri mengapa bunda ingin cepat melahirkan sebelum HPL

Salah satu penyebab mengapa beberapa bunda terus berusaha melakukan upaya agar cepat melahirkan sebelum HPL bahkan dengan induksi adalah karena takut kalau bayinya kelamaan di dalam rahim sehingga meningkatkan risiko kelahiran mati. Padahal 2 faktor terbesar penyebab bayi lahir mati adalah rokok dan obesitas. Seperti dijelaskan disini: Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Janin

Jadi, apabila tidak ada alasan kuat, maka hindarilah tips di bawah ini. Namun kalau bunda memutuskan agar bayi lahir lebih cepat, maka bunda harus tahu tips cepat melahirkan sebelum HPL yang Aman.

Ada beberapa metode alami yang bisa dicoba. Beberapa mungkin efektif, tapi tidak dengan lainnya karena tak ada metode yang benar-benar 100% berhasil. Bahkan induksi yang dilakukan oleh dokter sekalipun bisa gagal kan?! Hal ini dikarenakan bayi baru ingin keluar saat mereka benar-benar siap. Permasalahan lain yang membuat bayi tak kunjung lahir adalah kalau rahim kekurangan reseptor oksitosin (hormon persalinan).

Tips Aman agar Cepat Melahirkan Sebelum HPL

Konsultasi merupakan tips nomor 1. Bunda sebaiknya memberitahukan dokter kalau ingin mencoba tips agar cepat melahirkan sebelum HPL sehingga beliau bisa memberikan saran atau peringatan soal kondisi yang mungkin tidak bunda sadari. Umumnya dokter akan membolehkannya apabila janin memang sudah benar-benar matang dan siap untuk hidup di dunia luar.

Berikut ini beberapa cara berbeda yang bisa bunda coba untuk merangsang persalinan alami.

1. Aktif berjalan kaki

Sering-seringlah berjalan kaki dengan santai dan juga benar, lakukan khususnya saat merasakan kontraksi. Pastikan postur tubuh tetap tegak, bukan condong ke belakang atau depan. Selain murah dan praktis karena bisa dilakukan di mana saja, tips agar cepat melahirkan sebelum HPL ini mungkin yang paling sering disarankan oleh dokter.

2. Berhubungan intim

Metode ini merupakan salah satu cara induksi alami yang sering disarankan. Alasannya karena sperma mengandung prostaglandin yang bisa membantu ‘mematangkan’ leher rahim yang pada gilirannya mempercepat proses persalinana.

Namun belakangan ini, sebuah studi menemukan kalau intercourse (intim) sebenarnya tak terlalu berdampak, dan tidak ada bukti kalau leher rahim mengalami perubahan setelah melakukannya. Meski demikian, tak ada salahnya untuk tetap mencoba. Apalagi saat hamil, tubuh biasanya sangat sensitif terhadap hormon. Belum lagi, hasil studi tadi juga menganalisa 59 studi dan menemukan kalau berhubungan intim tidak membahayakan janin, kecuali bila dokter memang melarang bunda melakukannya.

Di samping keuntungan di atas, bercinta juga bisa merilekskan. Bahkan ada studi yang mengatakan kalau banyak ibu langsung melahirkan setelah berhubungan intim. Jadi bila bunda stres dan gelisah, maka bercinta mungkin bisa membantu agar lebih rileks. Keuntungan lain dari cara ini adalah orgasme yang dirasakan bunda bisa merangsang produksi oksitosin.

3. Senam hamil

Senam hamil memiliki beragam manfaat seperti merangsang agar posisi bayi lebih dekat ke jalan lahir, melemaskan otot jalan lahir, dan mempermudah kontraksi saat melahirkan.

4. Akupuntur

Metode ini mungkin tidak cocok untuk bunda yang takut dengan jarum suntik. Tapi jangan buru-buru untuk melewatkan poin ini sebab jarum akupuntur sebenarnya berbeda dengan jarum suntik. Karena jarum akupuntur sangat lembut dan tipis, maka bunda mungkin takkan merasakan apapun ketika itu menusuk kulit.

Selama ribuan tahun lamanya, akupuntur telah dipakai untuk menginduksi ibu hamil yang sudah melewati HPL-nya. Meski berbagai hasil studi pro dan kontra soal ini, namun ada beberapa bukti kalau akupuntur memang bermanfaat. Salah satunya adalah induksi menggunakan akupuntur biasanya langsung berdampak dalam kurun waktu 6-48 jam setelahnya. Bahkan menurut hasil penelitian dari Australia, metode ini memiliki tingkat kesuksesan hingga 88% kalau bunda rutin menjalaninya di sepanjang usia kehamilan.

Namun seperti yang disebutkan sebelumnya, cara ini belum tentu cocok untuk semua ibu hamil. Kalau bunda tetap ingin mencoba, lakukan saat atau setelah HPL, kecuali bila dokter menyarankan sebaliknya.

5. Pijat

Sama seperti akupuntur, pijat bisa dilakukan pada hari HPL atau setelahnya. Pilihlah terapis yang memang berpengalaman di bidangnya, agar ia tidak salah teknik ketika memijat untuk merilekskan tubuh dan pikiran bunda. Penggunaan minyak esensial tertentu juga bisa membantu bunda agar lebih rileks.

6. Akupresur

Akupresur ternyata memiliki segudang manfaat bagi ibu hamil, baik itu selama maupun setelah melahirkan. Selain mempercepat proses kelahiran, akupresur juga bisa mencegah mual dan muntah. Tapi pastikan kalau teknik akupresurnya benar dan dilakukan oleh seseorang yang pakar di bidang tersebut. Biasanya titik pijatan yang terhubung dengan rahim itu terdapat di antara jempol dan jari telunjuk, dekat pergelangan kaki, serta bahu.

7. Kurma

Menurut sebuah studi, makan kurma 4 minggu menjelang HPL dapat mempercepat proses persalinan. Hasil studi mendapati bahwa kurma bermanfaat untuk:

  • Mempercepat proses jalan bukaan lahir.
  • Meningkatkan proporsional selaput ketuban.
  • Merangsang proses persalinan normal.
  • Mengurangi kebutuhan induksi prostin/ oksitoksin.

8. Evening Primrose Oil (EPO)

EPO merupakan metode mematangkan serviks lainnya yang bisa dicoba. Alasannya karena fungsi EPO mirip dengan prostaglandin yang bisa diminum atau diaplikasikan. Tapi tentu saja dampak EPO tidaklah sekuat prostaglandin sesungguhnya.

Selain diminum, Anda juga bisa memasukkan 2-3 kapsul suplemen EPO (500 mg) ke serviks setiap malam mulai dari minggu ke-36. Kenakan pembalut agar minyak tidak mengotori pakaian atau seprei.

9. Stimulasi puting payudara

Karena rangsangan terhadap puting payudara bisa menghasilkan oksitosin, maka bunda bisa mencobanya dengan menyusui, atau memijatnya dengan jari. Pijat puting pertama selama 5 menit, lakukan saat tidak ada kontraksi, lalu tunggu 15 menit atau lebih sebelum melakukannya lagi. Yang penting adalah jangan tegang saat melakukannya.

10. Birthing Ball

Tips agar cepat melahirkan sebelum HPL berikutnya adalah dengan duduk di atas bola lentur, lalu gerakkan tubuh. Sama seperti senam hamil, cara ini bertujuan untuk mengarahkan bayi agar semakin mendekati jalan lahir.

11. Minyak jarak

Minyak kastor (jarak) dipercaya mampu merangsang produksi prostaglandin. Namun bagi beberapa wanita, induksi menggunakan minyak kastor bisa memicu mual, diare, muntah, serta dehidrasi. Tentunya semua kondisi ini tidak baik untuk ibu hamil yang justru butuh kekuatan dan energi menjelang persalinan.

Memang sih acapkali sebelum melahirkan, ibu hamil memang mengalami diare karena ini merupakan cara tubuh untuk membersihkan dan membuka jalan bagi persalinan. Namun sebaliknya, ada juga ibu yang malah menderita konstipasi dan berkat bantuan minyak kastor, akhirnya ia bisa BAB dulu sebelum melahirkan. Jadi bila mencium aroma minyak kastor saja sudah membuat bunda mual, maka jangan gunakan metode ini.

12. Daun raspberry merah

Daun raspberry dipercaya sebagai toniknya kandungan karena dapat menguatkan otot panggul dan peranakan, sekaligus merilekskan pembuluh darah. Selain itu, daun raspberry juga dapat merangsang produksi ASI serta mempercepat pemulihan pasca melahirkan.

Beberapa wanita menggunakan daun ini beberapa minggu sebelum HPL agar proses persalinan bisa lebih mudah dan cepat. Bunda yang tidak terganggu dengan citarasa daun teh raspberry bisa mencobanya, atau tinggal beli saja tabletnya dan minum rutin itu setelah usia kandungan masuk minggu ke-12.

13. Makanan pedas atau kare

Tips agar cepat melahirkan sebelum HPL satu ini tidak cocok untuk semua ibu hamil. Dan bila bunda terbiasa dengan citarasa pedas dan ingin mencobanya, lakukan dalam batas sewajarnya saja. Mengapa makanan pedas bisa mempercepat melahirkan? Beberapa orang percaya kalau makanan pedas dapat mengiritasi usus sehingga menyebabkan rahim berkontraksi.

14. Nanas, mangga, dan kiwi

Baik nanas, mangga, maupun kiwi, semuanya mengandung bromelain, yang bisa merangsang prostaglandin.

Jika diperhatikan, maka sesungguhnya tips di atas tidak hanya berguna bagi ibu hamil yang ingin cepat melahirkan sebelum HPL, tetapi akan bermanfaat juga bagi mereka yang hamilnya lewat bulan, alias melewati HPLnya.

Tips lainnya agar cepat melahirkan

Menjelang masa melahirkan, ada baiknya ibu juga mempraktekkan beberapa tips berikut:

  • Cukup istirahat. Saat malam, maksimalkan waktu tidur. Kalau ingin aktif bergerak, lakukan di siang hari saja, namun jangan terlalu lelah juga agar bunda tetap berenergi saat waktu persalinan tiba.
  • Naik tangga. Naik tangga juga bisa membantu bayi lebih mendekati jalan lahir.
  • Hindari berendam atau berenang. Lebih baik gunakan shower atau mandilah dalam posisi duduk di bawah pancuran air. Selain lebih nyaman, duduk dengan posisi pinggul di atas lutut bisa membantu buah hati mendekati jalan lahir.
  • Sibukkan diri. Wajar memang kalau bunda merasa cemas dan was-was, namun ini bisa membuat stres saat menjelang persalinan. Solusinya adalah tetaplah menyibukkan diri agar pikiran teralihkan.

Baca juga: Cara Mempercepat Pembukaan Persalinan

Sebagai pesan terakhir, ingatlah sekali lagi bahwa bayi pasti akan keluar kalau ia sudah siap. Jadi jangan terlalu resah ya bunda.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer