Tips Menyusui yang Benar untuk Ibu Baru

Sebagai ibu baru tentu belum memiliki pengalaman bagaimana menyusui yang baik. Meski demikian, yang terpenting saat ini adalah mengetahui bagaimana cara menyusui yang benar. Ini sangatlah penting, karena banyaknya kasus kegagalan menjalani ASI eksklusif disebabkan oleh kesalahan dalam menyusui. Duh, jangan sampai hal ini terjadi pada bunda dan buah hati ya!

tips menyusui ibu baru

Mengapa menyusui itu penting?

Menurut WHO dan American Academy of Pediatrics, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi baru lahir, khususnya ketika usia mereka masih di bawah 6 bulan. Tapi bagaimana kalau ASI-nya tidak keluar, atau pihak RS sudah terlanjur memberikan susu formula rutin pada anak?

Memang sih terserah ibu, apakah ingin tetap memberikan ASI eksklusif pada buah hati, atau menggunakan susu formula saja. Namun sebagai ibu baru, Anda perlu tahu lebih dulu soal manfaat menyusui sebelum memutuskan ‘makanan’ terbaik mana yang akan diberikan pada si kecil.

Yang pertama, ASI mengandung semua jenis nutrisi yang diperlukan bayi baru lahir agar bisa sehat dan tumbuh optimal. Di samping itu, masih ada segudang manfaat ASI lainnya untuk buah hati, seperti:

  • Menyehatkan sistem pencernaan.
  • Menguatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan IQ/ kecerdasan intelijen.
  • Mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Melindungi dari berbagai kondisi seperti asma, alergi, diabetes, dan obesitas.
  • Memastikan bayi prematur tumbuh dengan sehat.

Namun menyusui tidak hanya baik untuk bayi, tapi juga ibunya. Manfaat menyusui untuk ibu antara lain:

  • Membantu mengembalikan rahim ke ukurannya yang semula, seperti saat sebelum hamil dulu.
  • Membakar kalori sehingga tubuh yang bengkak saat hamil bisa kembali ideal dengan cepat dan alami.
  • Mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, serta serangan jantung maupun diabetes.
  • Meningkatkan keintiman dengan buah hati yang baru lahir.

Setelah melihat banyaknya manfaat menyusui untuk ibu dan bayi, maka Anda mungkin sudah mengambil keputusan untuk meneruskan pemberian ASI eksklusif pada buah hati. Namun ingat kalau menyusui membutuhkan proses belajar karena tidak ada aturan baku soal ini. Meski begitu untuk meningkatkan keberhasilan saat memberikan ASI eksklusif, maka coba terapkan beberapa tips menyusui untuk ibu baru.

Tips cara menyusui yang benar:

1. Posisi ‘latch on’ harus tepat

Ketika pertama kali menyusui, ibu mungkin bingung soal bagaimana sebenarnya posisi ‘latch on’ yang tepat itu atau masuknya puting susu ke mulut bayi. Jika di rumah ada ibu, ibu mertua, atau perempuan lain yang lebih berpengalaman dalam hal ini, janganlah segan untuk bertanya.

Biarkan mereka atau mungkin suster menunjukkan posisi yang tepat. Meski awalnya mungkin terasa tidak nyaman, namun seharusnya posisi tersebut tidak sampai menyakitkan. Kalau toh itu membuat ibu kesakitan, maka mungkin ‘latch on’ nya kurang tepat saja.

Latch on yang tepat ditandai dengan masuknya seluruh puting dan sebagian besar areola mammae (bagian kulit yang tebal dan lebih gelap sekitar puting). Jadi ketika menghisap ASI bibir bayi tidak menekan puting melainkan bagian payudara sekitar areola mammae.

2. Posisi Nyaman

Karena menyusui bisa menguras tenaga, maka ibu harus berada dalam posisi nyaman saat memberikan ASI pada buah hati. Jika ibu merasakan kesakitan luar biasa setelah melahirkan, maka sanggah tubuh dengan beberapa bantal, lalu, buai bayi dekat dada.

Tidak disarankan untuk bersandar ke depan yakni dengan mengarahkan payudara ke bayi karena ini bisa menyebabkan rasa sakit, terutama bila dilakukan segera setelah persalinan.

Posisi menyusui yang benar setelah melahirkan adalah topang kepala bayi dengan 1 lengan, dan payudara dengan tangan lainnya. Buat si kecil membuka mulutnya dengan cara menggelitik bibir bawahnya dengan puting. Jika anak lapar, ia akan menempelkan mulutnya ke puting lalu mulai menyedot dan menelan ASI.

3. Kenali sinyal dari si kecil

Karena belum bisa bicara, maka bayi baru lahir akan memberikan sinyal ketika ia merasa lapar. Ia mungkin akan menangis, rewel, atau mungkin ‘menjelajahi’ tubuh bunda untuk mencari puting, menaruh tangannya ke mulut, atau lainnya.

Begitu Anda menengarai sinyalnya, maka yang perlu dilakukan adalah mengangkat bayi dan mulai menyusui. Biasanya, Anda mungkin harus menyusui 10-12 kali dalam sehari. Beberapa bayi bahkan butuh ASI lebih banyak. Uniknya, semakin sering Anda menyusui, maka semakin banyak susu yang dihasilkan.

Di samping itu, bayi baru lahir biasanya memiliki insting penciuman yang tajam. Untuk itu, biarkan kulitnya menyentuh kulit Anda sehingga ia bisa mencari keberadaan puting untuk menyusu.

4. Kedua payudara sama rata

Bantu buah hati untuk minum ASI dari kedua payudara. Biarkan ia minum dari salah satu payudara hingga selesai, hingga tekstur payudaranya lunak. Lalu ketika ia sudah selesai bersendawa, tawarkan payudara lainnya. Biasanya kalau ia masih lapar, maka ia akan langsung menyedot puting payudara ke-2. Jika tidak, maka gunakan payudara ke-2 untuk sesi menyusui berikutnya.

Pada beberapa kasus, ada pula bayi yang hanya ingin minum dari 1 sisi payudara saja. Kalau ini yang terjadi, maka penting bagi ibu untuk memompa payudara satunya agar ASI tetap tersalurkan dan bisa mencukupi kebutuhan ASI si kecil.

5. Selalu Sendawakan

Seperti halnya orang dewasa, bayi kecil juga perlu bersendawa setelah menyusu. Namun bedanya, bayi lebih sulit untuk bersendawa alias tidak spontan seperti orang dewasa. Ya, karena otot-otot perut dan pencernaannya masih belum cukup kuat. Jadi perlu kita bantu…

Bagimana caranya? 

Segera setelah menyusui tegakkan badan bayi dengan menopangnya dengan lengan, lalu peluklah menghadap Anda hingga kepalanya dapat persandar dibahu Anda. Secara perlahan tepuklah secara perlahan punggung pertengahan bayi dimana posisi lambung berada. Tepuklah perlahan sampai ada bunyi sendawa dari si kecil.

Menyendawakan bayi sangat penting untuk mencegah gumoh, cegukan, ataupun muntah-muntah pada bayi.

6. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Tubuh yang terhidrasi atau terpenuhi kebutuhan cairannya adalah tubuh yang sehat. Namun saat menyusui, bunda perlu minum lebih banyak lagi. Hormon penghasil susu membantu tubuh menghemat air, sehingga kalau bunda kurang minum, maka itu takkan memengaruhi jumlah atau volume ASI.

Jadi memperbanyak minum di sini sebenarnya bukanlah untuk meningkatkan volume ASI, namun mencegah agar suplainya tidak sampai menurun. Selain itu, minum cukup air juga bisa mencegah konstipasi, mudah lelah, dan kurang konsentrasi. Jadi tak mengapa juga bila ibu juga minum segelas air selagi menyusui.

7. Makanannya juga harus sehat

Untuk memastikan cukupnya suplai ASI, bunda juga harus memperhatikan apa yang disantap karena perubahan volume dan komposisi ASI sangat tergantung dari menu makanan.

Beberapa jenis makanan yang dapat mendongkrak produksi ASI antara lain susu, bawang putih, serta makanan berlaktogen (dapat meningkatkan kualitas ASI juga) seperti almond mentah, oatmeal, telur, wortel, bayam, dan beras coklat. Dan jangan sepelekan juga makanan sumber karbohidrat sehat lainnya karena tubuh butuh lebih banyak tenaga dan cairan.

Penting untuk dibaca:

8. Jangan berikan dot

Hindari mengenalkan dot kepada anak yang usianya masih dini karena itu bisa mengganggu kelancaran kebiasaan menyusui. Kalau aktivitas menyusui belum stabil, maka dot bisa membuat anak enggan menyusu lagi. Ini otomatis bisa memengaruhi perkembangannya karena bayi tidak boleh diberi makanan padat hingga usianya 6 bulan ke atas.

Mengapa demikian? Ketika si kecil menyusu menggunakan dot, maka ia merasakan bahwa tak perlu banyak energi untuk menyedotnya. Hanya perlu penekanan ringan air susu dari dot sudah mengalir deras. Lain halnya dengan ASI dari bunda, butuh tenaga lebih ekstra dan cara yang berbeda. Dari sini bayi akan lebih suka menggunakan dot nantinya.

Jadi, jangan gunakan dot, kecuali nanti begitu si kecil sudah terbiasa rutin menyusu, maka barulah ibu boleh memberikan dot saat tidur siang atau malam untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Pasalnya SIDS seringkali terjadi akibat hidung bayi yang tertimpa payudara ibu sehingga membuatnya tak bisa bernafas.

9. Rawat puting

Setiap kali sesudah menyusui, biarkan ASI mengering secara alami di puting. ASI mengandung agen antibakteri dan penyembuh sehingga dapat mencegah sakit atau pecah-pecah pada puting.

Jika ASI menetes saat tidak menyusui, kenakan bantalan bra dan sering-seringlah menggantinya. Namun bila puting kering atau pecah-pecah, maka oleskan minyak kelapa atau zaitun setiap kali usai menyusui. Perlahan gosok puting dengan tisu basah sebelum menyusui lagi. Saat mandi, bersihkan puting agar sel kulit mati dan kotoran tak sampai menumpuk.

Kami juga telah membahasnya disini: Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui dan Cara Mencegahnya

10. Tips tambahan lainnya ketika menyusui

  • Idealnya, paling tidak selama 6 bulan pertama, bayi harus tidur dalam kamar yang sama dengan orang tuanya agar aktivitas menyusui jadi lebih mudah.
  • Ibu juga perlu beristirahat sebanyak mungkin karena merawat bayi baru lahir bisa sangat melelahkan.
  • Hindari rokok! Paparan nikotin pada bayi dapat mengganggu tidurnya dan meningkatkan risiko asma, pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, serta iritasi mata.
  • Jangan pula jadi perokok pasif karena asap rokok bisa meningkatkan risiko SIDS dan gangguan pernafasan pada si kecil.
  • Pastikan untuk membeli bra dan pakaian menyusui yang nyaman.
  • Anda juga bisa menggunakan nipple shield (penyambung atau perisai puting)  untuk membantu anak menyusu dengan benar.
  • Adakan tempat khusus untuk menyusui sehingga Anda bisa melakukannya dengan nyaman.
  • Untuk bisa menyusui, ibu juga harus mengurangi stres.
  • Sebelum minum obat tertentu, konsultasikan lebih dulu ke dokter. Jangan sampai kandungan obat mencemari ASI dan itu masuk juga dalam tubuh anak.
  • Anda juga bisa menanyakan perlu-tidaknya suplemen vitamin D tambahan untuk si kecil karena ASI belum tentu menyediakan vitamin ini dalam jumlah cukup.

Untuk tips perawatan bayi lainnya, bisa Anda temukan disini: Cara Benar Merawat Bayi Baru Lahir Tanpa Khawatir

Itulah tadi beberapa tips menyusui untuk ibu baru. Semoga bermanfaat!

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer