Vitamin Ibu Hamil Trimester 1 yang Penting untuk Dipenuhi

vitamin ibu hamil trimester 1

Fase awal kehamilan merupakan tahapan paling penting dalam kehamilan, karena akan menentukan tahapan selanjutnya. Pada trimester 1 ini, terjadi pembuahan, pembentukan embrio, lalu implantasi pada rahim hingga membentuk janin sampai genap 3 bulan. Proses penting ini harus ditunjang dengan vitamin dan zat nutrisi lainnya yang cukup.

Itulah mengapa, kebutuhan zat gizi dan vitamin ibu hamil trimester 1 harus benar-benar diperhatikan. Pastikan kebutuhannya terpenuhi, sehingga akan menjamin kesehatan pertumbuhan dan perkembangan janin. Lantas, apa sajakah jenis vitamin yang sangat penting untuk ibu hamil trimester pertama ini?

6 Jenis Vitamin untuk Ibu Hamil Trimester 1 yang Wajib Dipenuhi

Asupan vitamin dan nutrisi berikut ini sebaiknya sudah dipenuhi sejak mempersiapkan kehamilan, baik melalui makanan sehari-hari ataupun dengan bantuan suplemen.

1. Asam Folat

Asam folat merupakan nama lain dari vitamin B9 yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan janinnya. Vitamin ini berperan penting dalam pembentukan sel-sel baru terutama dalam hal pembentukan material genetik DNA. Karena terjadi pertumbuhan janin dalam rahim, kebutuhan asam folat akan meningkat selama kehamilan, lebih-lebih lagi pada trimester awal kehamilan.

Pada awal kehamilan, setelah terjadi pembuahan dan janin menempel di rahim. Proses perkembangan terus berlangsung dan membutuhkan banyak asupan nutrisi penting, salah satunya adalah asam folat. Jika terjadi defisiensi atau kekurangan asam folat pada masa ini efeknya bisa berbahaya untuk janin.

Beberapa fungsi penting asam folat diantaranya yaitu:

  • Menghindari kerusakan tabung saraf janin. Pada fase awal pembentukan janin bagian tabung saraf merupakan organ yang kemudian akan berkembang membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Perkembangan bagian ini sangat membutuhkan asam folat. Jika terjadi kekurangan asam folat, resiko tidak tertutup sempurnanya tabung saraf ini bisa terjadi dan dapat menyebabkan kelainan perkembangan otak dan sumsung tulang belakang pada janin.
  • Berperan dalam pembentukan sel darah merah. Asam folat berperan penting dalam proses produksi sel darah merah. Hal ini sangat vital untuk ibu hamil dan janinnya karena proses transportasi nutrisi akan melalui darah. Asam folat juga sangat penting ketika anemia (kekurangan zat besi) terjadi pada ibu hamil. Vitamin ini akan memastikan sel darah merah tetap mencukupi, namun akan lebih baik lagi jika ditambahkan suplemen penambah zat besi.
  • Menjaga janin dari beberapa komplikasi. Asam folat dapat mencegah beberapa masalah pada bayi seperti bibir sumbing, kelahiran prematur, pertumbuhan janin yang terganggu atau berat badan kurang.
  • Melindungi ibu hamil dari berbagai penyakit. Kecukupan asam folat setiap hari diketahui dapat mencegah preeklampsia, serangan jantung, kanker dan alzeimer pada ibu hamil.

Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi hingga 800 mcg asam folat setiap harinya. Zat ini dapat memperoleh melalui asupan makanan dari sayuran dan buah seperti brokoli, bayam, kale serta sayuran berdaun hijau gelap lainnya, buah jeruk dan juga kacang-kacangan.

Baca juga: Sumber makanan yang mengandung asam folat.

Jika ibu hamil mengalami defisensi asam folat atau pernah mengalami keguguran sebelumnya, umumnya dokter akan memberikan dosis asam folat lebih banyak dari umumnya.

2. Vitamin B6

American Congress of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan vitamin B6 untuk membantu meredakan mual, salah satu gejala yang berhubungan dengan morning sickness. Keluhan ini sangat umum dialami oleh ibu hamil trimester 1, bahkan angkanya mencapai 85% dari seluruh ibu hamil.

Agar kebutuhan akan zat ini terpenuhi, para ahli merekomendasikan wanita hamil untuk mengonsumsi 2,5 mg vitamin B6 setiap hari selama kehamilan.

3. DHA

DHA penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsional otak janin. Selama kehamilan, DHA juga membantu mengoptimalkan panjang dan berat lahir bayi. Para ahli merekomendasikan wanita hamil untuk mengonsumsi 300 mg DHA selama trimester pertama kehamilan.

4. Vitamin A

Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan disimpan di hati. Vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan janin, terutama untuk mata, jantung, hati, paru-paru dan tulang serta sistem saraf.

Vitamin A terbagi dalam dua jenis yaitu preformed vitamin A dan provitamin A. Preformed vitamin A merupakan vitamin A siap pakai yang terdapat pada produk hewani seperti telur, susu dan hati. Sedangkan provitamin A adalah vitamin A yang ditemukan pada buah dan sayuran, vitamin dalam bentuk ini perlu di ubah oleh tubuh terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.

Ibu hamil membutuhkan vitamin A (betacarotene) sebanyak 770 mcg, dengan dosis maksimal 1000 mcg perhari. Ingat! jangan melebihi dosis tersebut,  karena jika berlebihan efek sampingnya malah dapat membahayakan.

Menggunakan vitamin A dosis tinggi saat hamil berisiko menyebabkan kelahiran cacat serta keracunan hati. Terutama untuk vitamin A dalam bentuk suplemen. Oleh karena itu utamakan mencukupi asupan vitamin ibu hamil trimester 1 ini dalam bentuk sayuran dan buah.

5. Vitamin D dan Kalsium

Vitamin ibu hamil trimester 1 yang lainnya adalah vitamin D. Vitamin ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan janinnya. Vitamin D sangat berperan penting dalam proses absorbsi dan metabolisme kalsium dan fosfor sehingga membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Sementara kalsium membantu kerja sistem saraf dan otot serta melancarkan peredaran darah.

Vitamin D dan kalsium untuk ibu hamil sebaiknya dipenuhi dari asupan makanan. Diantaranya dari jenis sayuran seperti brokoli dan kale, dari produk susu seperti yogurt atau keju dan dari jenis hewani seperti ikan teri yang dapat dimakan tulangnya atau daging ikan salmon dan jenis ikan berlemak lainnya. Suplemen tambahan vitamin D dan kalsium sebaiknya diberikan jika terjadi kekurangan pada makanan sehari-hari.

6. Zat besi

Saat kehamilan ,produksi darah akan meningkat dari biasanya. Kondisi ini terjadi pada awal-awal kehamilan setelah terjadi konsepsi dan fase awal kehamilan. Produksi darah yang meningkat digunakan untuk menyuplai oksigen dan nutrisi untuk janin. Sementara zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglogin. Sehingga zat besi sangat dibutuhkan selama kehamilan terutama pada fase trimester 1 kehamilan.

Kekurangan zat besi pada fase awal kehamilan berisiko menyebabkan anemia. Efeknya, beberapa masalah dapat terjadi diantaranya kelahiran prematur, kelahiran dengan berat badan bayi rendah hingga depresi pasca melahirkan. Untuk itu cukupi kebutuhan zat besi saat hamil dengan mengonsumsi daging merah, bayam, brokoli, ayam, kacang-kacangan dan ikan. Selain itu bisa juga menggunakan suplemen penambah zat besi jika dibutuhkan.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda akan kebutuhan vitamin pada fase awal kehamilan, karena kebutuhan masing-masing ibu hamil bisa berbeda-beda. Jika diketahui memiliki tanda-tanda kekurangan vitamin tertentu biasanya dokter akan memberikan dosis lebih pada vitamin yang kekurangan. Hal itu juga untuk menghindari terjadinya kelebihan dosis vitamin yang dikonsumsi ibu hamil

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT