Zibramax obat apa?

Zibramax adalah obat antibiotik jenis mikrolide yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Beberapa kondisi infeksi seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi pada kulit, infeksi telinga serta infeksi pada penyakit menular seksual dapat diatasi dengan obat ini.

Zibramax merupakan obat merek dengan kandungan azithromycin, senyawa antibiotik mikrolide semi sintetik ini dapat bekerja secara bakteriostatik ataupun bakterisidal tergantung pada dosis dan jenis bakterinya. Ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis, efek samping serta keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Zibramax

Jenis obatAntibiotik mikrolide
KandunganAzithromycin
KegunaanMengatasi infeksi bakteri
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa, anak dan lansia
KehamilanKategori B
SediaanZibramax sirup kering, Zibramax tablet
zibramax azithromycin suspensi 15 ml

Zibramax azithromycin suspensi 15 ml

Mekanisme Kerja

Cara kerja Zibramax dapat diketahui dari mekanisme kerja bahan aktifnya yang berupa azithromycin. Senyawa antibiotik jenis mikrolide semi sintetik ini diketahui dapat menghambat sintesis protein bakteri dengan cara mengikat subunit ribosom 50S dan 70S bakteri. Pengikatan ini dilakukan pada tahap transferase peptid dengan menggangu translokasi asam amino selama proses translasi. Sehingga menyebabkan bakteri tidak dapat bereproduksi dan akhirnya mati.

Indikasi atau Kegunaan Zibramax

Berdasarkan kandungan bahan aktifnya Zibramax digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi saluran pernafasan bagian bawah (bronchitis, pneumonia) yang disebabkan oleh bakteri Haemophillius influnezae, Moraxella catarrhalis atau Streptococcus pneumoniae.
  • Sebagai pengobatan alternatif untuk infeksi saluran pernafasan atas (tonsilitis, pharingitis) yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes pada penderita yang tidak dapat menggunakan obat lain.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Streptococcus agalactiae.
  • Infeksi penyakit menular seksual (PMS).
  • Urethritis.
  • Cervicitis yang berkaitan dengan C. trachomatis, U. urealyticum, N. Gonorrhea.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini terutama azithromycin dan jenis antibiotik makrolide lainnya seperti erythromicine atau antibiotik jenis ketolid.
  • Tidak boleh diberikan pada orang yang sedang mengonsumsi pimozide.
  • Memiliki riwayat gangguan fungsi hati atau penyakit kuning akibat pengaruh obat azithromycine.

Dosis Zibramax dan Cara Penggunaan

Zibramax tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: tiap tablet mengandung zithromycine 500 mg.
  • Sirup kering: tiap sendok takar (5 ml) mengandung azithromycin dihydrate 209,62 mg yang setara dengan azithromycin 200 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

zibramax azithromycin tablet

Zibramax azithromycin tablet

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Zibramax untuk mengobati infeksi saluran pernafasan dan kulit

  • Dosis dewasa: 500 mg sekali sehari selama 3 hari. Atau 500 mg sekali sehari pada hari pertama dan 250 mg sekali sehari hingga hari ke 4.
  • Dosis anak-anak >6 bulan: Dosis sesuai berat badan dan diberikan sekali sehari selama 3 hari.
    • Berat badan 15-25 kg: 200 mg.
    • 26-35 kg: 300 mg.
    • 36-45 kg:400 mg.
  • Lansia: sama dengan dosis dewasa

Dosis Zibramax untuk mengobati penyakit menular seksual yang belum komplikasi

  • Dosis dewasa: 1 gr sekali sehari.
  • Dosis lansia: sama dengan dosis dewasa.

Dosis Zibramax untuk mengobati gonore yang belum komplikasi

  • Dosis dewasa: 2 gr sekali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat tablet dan sirup kering setelah atau sebelum makan. Untuk menghindari masalah pada saluran pencernaan bisa juga dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Zibramax pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Zibramax

Zibramax umumnya ditoleransi dengan baik. Namun beberapa efek samping perlu diperhatikan, meskipun akan berbeda pada masing-masing orang. Sebagian mungkin ringan dan dapat reda dengan sendirinya, sebagian lain mungkin perlu penanganan dokter. Berikut beberapa efek samping yang perlu diperhatikan:

  • Diare.
  • Feses lembek atau encer.
  • Tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Ruam kulit.

Efek Overdosis Zibramax

Penggunaan berlebihan dalam dosis tinggi atau jangka waktu lama dapat menyebabkan efek overdosis seperti mual, muntah dan diare parah serta kehilangan pendengaran sementara. Jika kondisi ini terjadi segeralah hubungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan, jangan lupa bawa serta kemasan obat yang Anda minum.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini dan jenis antibotik mikorlide lainnya.
  • Penderita gangguan jantung sebaiknya menghindari penggunaan obat ini karena dapat menyebabkan perubahan detak jantung yang dapat berakibat fatal.
  • Obat ini dapat menyebabkan darah kekurangan magnesium dan kalium, penderita yang mengalami hipomagnesemia dan hipokalemia sebaiknya menghindari penggunaan obat ini.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya diawasi

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Zibramax untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan bahan aktif Zibramax, Azithromycin, digolongkan dalam kategori B untuk ibu hamil oleh FDA (banda POM nya Amerika). Hal itu berarti studi penggunaan obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Meskipun demikian penggunaan obat ini sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda, terutama pada fase awal kehamilan.
  • Bahan aktif Zibramax diketahui dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui. Sehingga berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Efek pada bayi yang perlu diperhatikan adalah ketika terjadi diare ataupun ruam popok akibat candidiasis. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Zibramax diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan digoxin, ciclosporin, terfenadine, hexobarbital dan phenytoin dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi zibramax di dalam darah.
  • Obat ini dapat menghambat absorbsi obat antasid yang mengandung magenesium atau aluminium.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko toksik jika digunakan bersamaan dengan ergot.
  • Potensi fatal dapat terjadi jika obat ini dikonsumsi bersamaan dengan pimozide.